<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837</id><updated>2012-02-17T05:48:56.649+07:00</updated><title type='text'>Terra Incognita</title><subtitle type='html'>ketika aku mengapreasiasi dunia, lewat goresan kata-kata.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-5851179912037983880</id><published>2007-07-04T16:38:00.001+07:00</published><updated>2008-10-23T15:05:51.418+07:00</updated><title type='text'>terpaksa merokok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Rokok Bunuh Semilyar Jiwa"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(halaman 1/Harian Rakyat Aceh, 4 Juli 2007)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Headline surat kabar itu membuat saya terhenyak. Permasalahan rokok ternyata jauh dari selesai, mungkin malah semakin buruk. Jika benar data yang dilansir oleh Badan Kesejahteraan Dunia (WHO) ini, maka semilyar bukanlah angka yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok.. benda 9 centimeter yang kecil namun punya daya bunuh tinggi, bukan hanya bagi yang aktif merokok, tapi juga bagi yang pasif merokok. Perokok dikategorikan mejadi dua, perokok aktif-yang aktif menghisap rokok dan perokok pasif-yang tidak merokok, tapi (terpaksa) menghisap asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda ini mematikan karena rokok (termasuk asap rokok) mengandung &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/rokok.komunikasi.org/artikel/index.php"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4000 elemen-elemen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, yang 200 di antaranya berbahaya adalah racun yang berbahaya bagi kesehatan. Racun yang paling utama ada pada &lt;strong&gt;tar&lt;/strong&gt; (substansi hidrokarbon yang bersifat lengket sehingga bisa menempel di paru-paru), &lt;strong&gt;nikotin&lt;/strong&gt; (zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan), dan &lt;strong&gt;karbon monoksida&lt;/strong&gt; (zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen). Banyaknya racun dalam rokok membuat perokok, baik aktif maupun pasif, mempunyai resiko yang lebih tinggi terkena penyakit berat seperti kanker paru-paru, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esophagus, kanker kandung kemih, dan tentu saja serangan jantung. Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan perokok berasal dari negara-negara berkembang karena banyak negara maju telah membuat larangan merokok di tempat umum, menaikkan harga rokok setinggi-tingginya, yang pada akhirnya dapat mematikan industri rokok itu sendiri. Data terbaru dari &lt;a href="http://www.who.int/"&gt;WHO&lt;/a&gt; memperkirakan bahwa 59 % pria berusia di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian, dan &lt;a href="http://dsi.unair.ac.id/news.php?item.7.3"&gt;konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok &lt;/a&gt;atau urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar). Sungguh menakjubkan. Saya juga terhenyak melihat sebuah artikel yang saya baca di internet, bahwa tidak ada keadaan yang paling miskin untuk seseorang perokok. Mereka boleh mempunyai pendapatan yang sangat rendah dalam sehari, namun tetap saja rokok tidak boleh ditinggalkan. Perokok yang paling miskin sekalipun, pasti akan mengalokasikan uangnya untuk sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin para perokok aktif belum pernah menghitung berapa uang yang terbuang hanya untuk rokok. Saya pikir, kenapa tidak langsung membakar uang begitu saja kalau memang niat buang-buang uang. Karena buat saya, merokok identik dengan itu. Para perokok aktif mungkin belum pernah tahu bahwa kegiatan merokoknya, terutama di surga perokok seperti Indonesia, tidak hanya menyebabkan dirinya tergatung dan beresiko sakit keras, tapi juga membahayakan nyawa orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas membaca puisi Taufik Ismail, tuhan sembilan senti, saya kembali terkejut. Saya tidak pernah berpikir bagaimana rokok dapat lebih berbahaya dari penyakit mematikan seperti AIDS. Bersebelahan dengan dua orang pelaku seks aktif di luar nikah yang sedang bergumul, tidak membuat kita sakit AIDS. Yang ada mungkin penyakit ingin :p Tapi bersebelahan dengan perokok aktif, dapat menyebabkan gangguan pada janin yang tengah Anda kandung atau penyakit kanker yang telah saya tulis di atas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Taufik Ismail memang benar adanya. Indonesia adalah surga bagi para perokok. Merokok bisa dimana saja (walo telah ada larangan merokok di tempat umum) dan yang pasti harga rokok relatif murah. Ketika saya menginjakkan kaki di kota London pada tahun 1996, saya cukup takjub melihat satu bungkus Marlboro dua kali lipat seharga merk yang sama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat publik di Indonesia memang tidak pro bagi orang yang tidak merokok. Padahal, seperti halnya merokok adalah hak perokok, udara bersih juga hak orang-orang yang tidak merokok. Sebut saja Nanggroe Aceh, tempat dimana budaya oral dan nongkrong di warung kopi yang sangat tinggi. Dan tentu saja, nongkrong di warung kopi sambil bersilat lidah tidak akan lengkap tanpa asap rokok. Pemandangan yang tidak aneh, ketika dari luar warung kopi terlihat diliputi asap, karena memang di dalamnya orang-orang sedang membakar rokok. Ruang tanpa asap rokok? Hm, tampaknya itu masih mimpi saya di siang bolong. Dan saya sudah lelah memikirkan regulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti pernah terberesit di pikiran para perokok aktif untuk mengganti rokoknya dengan rokok yang berkada nikotin rendah. Sebuah tindakan permisif dengan asumsi bahwa akan lebih tidak berbahaya. Namun ternyata salah kaprah, karena hal ini ternyata tidak membantu. Mengikuti kebutuhan akan zat adiktif ini, perokok aktif secara sadar atau tidak akan cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. Tentu saja, sudah harga mati bagi para perokok pasif karena tidak ada batas aman bagi orang yang terhembus asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman-teman saya yang perokok bilang mereka lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Atau tidak bisa dapat ide bila tidak merokok. Atau, merokok sudah menjadi gaya hidup level tertentu. Atau untuk melarikan diri dari stress. Atau menjadikan mereka lebih bisa konsentrasi. Atau alasan lainnya yang memang terdengar masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pernah membuat daftar siapa orang-orang yang kira-kira membuat saya cepat mati karena saya terpaksa ikut merokok bersama mereka. Dan sayangnya, saya harus menuliskan nama ayah, pacar, dan beberapa orang sehabat baik saya di daftar panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti bukanlah mustahil. Beberapa orang teman telah membuktikannya. Dengan niat dan kesungguhan hati, benda mematikan ini bisa distop konsumsinya. Berminat keluar dari daftar panjang orang-orang yang berkontribusi pada kematian cepat saya? Terserah Anda!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-5851179912037983880?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/5851179912037983880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=5851179912037983880&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/5851179912037983880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/5851179912037983880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/07/terpaksa-merokok.html' title='terpaksa merokok'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-7892351260938976477</id><published>2007-05-29T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-05-29T20:52:13.071+07:00</updated><title type='text'>Mencinta, doaku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kesekian kalinya, untuk SA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;bila bahagia ini boleh kusebut surga&lt;br /&gt;maka izinkan aku mati&lt;br /&gt;dan terus berada di dalamnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;bila mimpi ini akan habis&lt;br /&gt;ketika aku terjaga&lt;br /&gt;maka biarkan aku tidur nyenyak&lt;br /&gt;dan menikmati indahnya&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;bila kiamat datang mengambilnya&lt;br /&gt;maka biarkan aku hancur&lt;br /&gt;dan tidak pernah berpisah darinya&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;bila Kau berkenan&lt;br /&gt;izinkan aku terus mencintanya&lt;br /&gt;dengan sisa-sisa cintaku yang sempurna &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(c) RDS, 270507&lt;br /&gt;10:16 pm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-7892351260938976477?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/7892351260938976477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=7892351260938976477&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7892351260938976477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7892351260938976477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/05/mencinta-doaku.html' title='Mencinta, doaku'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-6104732197974823900</id><published>2007-05-01T16:39:00.000+07:00</published><updated>2007-05-01T16:40:49.280+07:00</updated><title type='text'>Belajar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Belajar adalah proses sepanjang hidup dan baru benar-benar akan berhenti ketika kita masuk liang kubur. Dengan kata lain, mati. Sekarang, saya sudah benar-benar mengamini hal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sudah lama saya tidak mengobrol dengan belahan jiwa saya yang lain, yaitu ayah saya. Romo, begitu saya dan keluarga besar memanggilnya, adalah panggilan ayah dalam bahasa Jawa. Harus ada episode tulisan lain bila ingin tau kenapa dia akhirnya dipanggil begitu. Obrolan tersebut menyoal kisah belajar ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Umurnya sudah 56 tahun, Ibu saya sudah 50 tahun, namun mereka belum juga mengalami episode menikahkan tiga anak perempuannya. Belum juga datang waktunya bahwa mereka harus belajar untuk mengerti para menantu-menantunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Obrolan berlanjut. Ketika saya dan dia mengobrolkan kedua adik-adik saya. Sejalan dengan waktu, orang tua dan adik saya menua. Namun kadang, tinggal bersama dan mempunyai hubungan darah bukan berarti kita benar-benar bisa kenal satu sama lain. Adik saya kapan pernah berkeluh kesah bahwa orang tua saya kurang mengerti dia. Dan kapan, orang tua saya juga berkeluh kesah bahwa anak-anak kurang mengenal mereka. Itulah kenapa, belajar menjadi hal yang sangat penting. Sampai tua, kita harus tetap belajar mengenali anak-anak kita dan begitu pula sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Itu hanya sekelumit obrolan yang membuat saya tertegun. Betapa kadangkala kita lupa untuk belajar, untuk beradaptasi dengan perubahan. Karena adaptasi dan belajar adalah dua hal yang niscaya bila kita ingin bertahan dan berhasil menjalani hidup ini. Tidak bisa tidak fleksibel bila inign terus hidup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hm, begitulah. Belajar adalah long live process. Baru akan berhenti bila kita mati. Saya jadi ingat perkataan seorang sahabat lama saya, bahwa yang penting dalam menghadapi hidup bukan masalah pintar, kaya, cantik atau hal-hal seperti itu. Tapi lebih kepada masalah stamina, apakah kita punya stamina dan energi yang cukup untuk menghadapi fenomena hidup ini. Menghadapi masa-masa kejayaaan dan juga masa-masa kejatuhan. Kadang, kita merasa sangat lelah menghadapi hidup. Di saat itulah sebenarnya kita harus belajar lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Belajar atau mati..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tampaknya begitu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saturday, April 28, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Home@Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;After a long talk with my father&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-6104732197974823900?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/6104732197974823900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=6104732197974823900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/6104732197974823900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/6104732197974823900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/05/belajar.html' title='Belajar'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-7686479731861227036</id><published>2007-04-19T10:23:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T10:25:10.399+07:00</updated><title type='text'>Mantan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang mantan tiba-tiba kembali dekat dengan saya akhir-akhir ini. Entah kenapa, tiba-tiba jadi sering menelpon, membagi hidup, meminta saran, juga mengobrol dengan intens. Hal-hal yang dulu jarang saya lakukan dengan dia karena kami terpisah ribuan mil, kami berbeda negara. Saya yang ada di Indonesia dan dia yang belajar di Jerman. Komunikasi kami yang sangat terbatas toh akhirnya tidak membuat kami bertahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat ini, dirinya pun sudah kembali ke Indonesia. Walau masih juga dipisahkan laut, namun yang pasti, menelpon dia memakai pulsa lokal, bukan international. Menghubungi kembali juga kemudian menjadi pilihan. Bukan berarti kembali lagi pacaran seperti dulu, namun hanya hubungan pertemanan murni. Setidaknya begitulah pilihan saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam laut dapat ditebak, dalam hati siapa tahu. Pepatah itu benar adanya. Memang kita tidak pernah tahu bagaimana hati orang, apa yang dia benar-benar rasakan. Kita hanya bisa mereka-reka saja, atau berasumsi. Toh ternyata, saya masih menggoda (maaf ya narsis). Percakapan-percakapan panjang yang kami lakukan, setidaknya membuat dia tersadar bahwa dia telah menyia-nyiakan suatu kesempatan berharga yang memang tidak pernah datang dua kali. Saya tidak bisa menjawab keinginannya untuk mencipta waktu bersama-sama, karena saya sedang berhubungan dengan seorang pria yang sangat mengagumkan. Misalnya toh, tak ada laki-laki itu, bisa jadi, saya pun tidak akan memilih untuk kembali lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi saya tidak menyangkal. Saat ini, kami benar-benar memanfaatkan waktu untuk kembali saling mengenal. Hanya itu. Saya juga sangat tidak mengenal dia. Maka, saya pikir, ini juga bisa dijadikan saat yang tepat untuk berteman dengannya dan mulai mengenalnya lagi sedikit demi sedikit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita memang tidak pernah tahu, kesempatan apa yang kita lewatkan. Memang, kesempatan yang sama tidak akan pernah datang dua kali dan tidak semua kesempatan memang harus diambil, kecuali kalau Anda kemaruk. Mantan saya, tampaknya, menyadari bahwa mestinya dia tidak menyudahi hubungan itu dulu sebelum dia berpikir matang kesempatan apa yang akan dia sia-siakan. Sayangnya, semua sudah hilang dari depan matanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka berhati-hatilah. Seringkali manusia sadar bahwa dia menyayangi sesuatu, ketika sesuatu tersebut telah hilang. Semoga kita tidak perlu kehilangan terlebih dahulu untuk menyadari bahwa saya mencintai seseorang atau sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wallahualam bi shawab  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-7686479731861227036?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/7686479731861227036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=7686479731861227036&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7686479731861227036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7686479731861227036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/04/mantan.html' title='Mantan'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-602027815113969405</id><published>2007-02-19T14:35:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T14:41:40.150+07:00</updated><title type='text'>Merasa sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya seringkali takut merasa sendirian. Saya tidak takut sendiri, tapi merasa sendirian bagi saya bukan hal yang menyenangkan. Padahal, saya selalu menganggap saya mandiri, saya bisa melakukan hal-hal sendiri. Namun, tetap saja, bila perasaan itu datang, saya tidak tahu mau sembunyi dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bukan sembunyi, tapi bagaimana mengatasinya. Hari ini, saya sedang sakit. Sudah dua hari tepatnya, flu berat ditambah batuk membuat demam datang. Akhirnya, tinggal di rumah menjadi satu-satunya pilihan. Saat ini, ada konser Ungu dan Samson, sebuah perpaduan yang menarik di kota kecil Banda Aceh ini. Pacar saya kebetulan juga sedang sibuk, maka laptop, radio di handphone, dvd dan buku menjadi teman baik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, tidak ada orang yang suka sendiri. Konon, manusia diciptakan Tuhan berpasangan, ditambah, manusia ternyata adalah makhluk sosial. Dia tidak bisa hidup sendiri, dia pasti tergantung kepada orang lain untuk terus menjaganya tetap hidup. Entah dia sadari atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tua, saya menyadari bahwa teman-teman saya semakin menghilang. Mereka memilih jalan hidupnya sendiri-sendiri; dan kadang, kita bahkan tidak pernah bertemu lagi. Bukan sombong, tapi saya pikir itulah mengapa dinamakan dunia, karena tidak pernah ada yang abadi. Baik itu pertemanan dekat atau relasi seperti hubungan orang tua dengan anak sekalipun. Manusia dilahirkan sendiri, menghadap Tuhan pun sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman yang masih tersisa biasanya memang karena sudah sekian lama berteman. Tetap saja bertukar cerita, walau mungkin telah terpisah jauh. Namun, tetap saja, kadang rasa sendiri itu tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, sekali lagi, masih mencari cara yang paling efektif, untuk mengatasi rasa sendiri ini. Menjadi dewasa memang tidak menyenangkan, namun, sayangnya tidak bisa saya hindari. Hm, semoga saya cepat sembuh dan bisa beraktivitas lagi. Dan semoga, tidak melulu merasa sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feb 18, 2007 19:05&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-602027815113969405?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/602027815113969405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=602027815113969405&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/602027815113969405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/602027815113969405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/merasa-sendiri.html' title='Merasa sendiri'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-7169293358234371566</id><published>2007-02-19T14:32:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T14:43:03.546+07:00</updated><title type='text'>Virginitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hehehe, pasti beberapa dari yang membaca judulnya pun sudah tertawa, karena hal ini memang tidak ada habisnya menjadi sorotan. Yep, mengobrolkan hal yang satu ini memang sangat menarik, karena tidak pernah ada definisi baku mengenai hal yang konon diagung-agungkan masyarakat multi zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja, saya berkirim pesan singkat dengan teman saya, yang kebetulan laki-laki. Dan lucunya membahas soal ini :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virginitas biasanya dikait-kaitkan dengan perempuan. Banyak orang yang menilai, virgin berhubungan dengan kesucian. Misalnya saja di Indonesia, laki-laki yang masih perjaka ataupun tidak seringkali masih mematok perempuan yang akan dinikahinya dari virgin ini. Dan tidak sedikit orang yang memasang standar perempuan “baik-baik” hanya dari sini. Misalkan saja, perempuan yang punya pekerjaan layak, gaji tinggi, terlihat mandiri dan chick, dapat tercoreng citranya hanya karena dia tadi lagi perawan. Hm, saya berpikir, betapa hebatnya selaput dara perempuan mengkontruksi sistem nilai di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya belum sebesar yang sekarang (yah minimal 27 tidak bisa dibilang anak kecil :-)), saya juga terjebak dalam kungkungan berpikir, bahwa yang namanya virgin, yah selaput dara itu. Bila dia pecah atau rusak sebelum waktu pernikahan, maka “harga” perempuan menjadi turun. Padahal, seringkali selaput dara pecah atau rusak bukan akibat penetrasi penis, tapi akibat hal lain, misalnya cedera karena jatuh atau trauma benda keras. Dan saya pikir, apa sih selaput dara itu sehingga harga perempuan kebanyakan ditakar dari situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak laki-laki yang masih “tergila-gila” dengan keperawanan yang notabene hanya selaput dara tadi. Padahal, saya pikir, keperawanan itu mestinya diukur dari hati dan pikiran perempuan tadi, sudah sejauh mana dia mengerti dunia. Bukan dari selaput daranya saja, yang bisa menyebabkan hidupnya hancur kalau dia rusak atau pecah sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, kalau perempuan menikah dengan laki-laki yang entah bodoh atau lugu menganggap bahwa pecah atau tidaknya selaput dara dinilai apakah dia berdarah ketika pertama kali berhubungan. Kalau masih ingat kasus Farid Harja yang menceraikan isterinya setelah hari pernikahannya karena mendapati isterinya tidak perawan, padahal apakah Farid Harja masih perjaka ketika itu? Wallahu alam (sayang dia sudah wafat jadi tidak bisa kita cari tahu J). Padahal, berdarah atau tidaknya tergantung apakah penis melukai pembuluh darah vagina/selaput dara atau tidak. Bila tidak, maka sampai sekuat apapun berusaha, sang perempuan tidak akan berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih heran saja, di hari seperti ini, di saat semakin modern-nya pemikiran manusia, masih banyak orang yang mengagung-agungkan virginitas alih-alih melihat kelebihan lain dari perempuan itu. Misalnya saja, bagaimana kadar intelektualitasnya, kecerdasannya dalam hubungan antarmanusia, amal yang telah dia lakukan, atau apapun yang jauh lebih kongkrit dan bermakna hanya dari sekedar perempuan itu virgin atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, agak sulit kalau ingin menilai mental seseorang hari gini. Orang yang rajin solat dan pergi ke gereja pun masih tega korupsi dan mengobarkan perang saudara di Poso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih baik main aman saja, saya tidak mau jadi korban sistem yang seperti ini. Semoga saja, kekasih saya masih mau menikahi saya even saya tidak perawan sekalipun, amin. Kalaupun tidak, saya pikir, saya pasti belum menemukan orang yang tepat, yang mau menikahi saya karena saya, bukan karena selaput dara di dalam vagina sana. Tabik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17Feb2007/9:52 pm after Luke’s last sms &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-7169293358234371566?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/7169293358234371566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=7169293358234371566&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7169293358234371566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7169293358234371566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/virginitas.html' title='Virginitas'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-2727300028947998741</id><published>2007-02-19T14:30:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T14:32:06.490+07:00</updated><title type='text'>Karena sudah kelamaan sendiri dan kemudian berdua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Baru saja, saya bertemu dengan seorang teman perempuan, yang menjenguk datang menjenguk karena saya sedang sakit. Memang sangat enak berteman dengan perempuan, karena mereka cenderung lebih peka akan hal-hal. Namun, saya tidak mengatakan bahwa tidak enak berteman dengan lawan jenis J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman perempuan saya ini bercerita bahwa dia sedang dekat dengan seorang pria. Lebih tepatnya, pria ini berkehendak ingin terus dekat dengan teman saya ini. Tampaknya, pria ini sedang PDKT (baca: pendekatan). Teman saya ini bilang, bahwa dia senang-senang saja didekati laki-laki. Ah siapa juga perempuan yang tidak suka bisa disuki laki-laki. Bahkan, jika kita perempuan tidak suka dengan laki-laki yang mendekati itu, tetap saja jauh di lubuk hatinya, perasaan keperempuanannya pasti senang. Anugrah Tuhan bukan, ketika ada orang yang menyukai kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya ini sudah agak lama sendiri, menjomblo lah bahasa gaulnya. Sejak pindah ke negeri tanah rencong ini, dia memang belum lagi menjalin hubungan dengan laki-laki. Ketika ada seorang pria yang mendekatinya, dia pun belum lagi terbiasa. Ketika kemarin berbelanja membeli buah untuk saya, lelaki itu berbaik hati ingin membawakan buah yang dibeli teman saya. Tapi teman saya ini menolak. Beberapa kali. Sampai akhirnya, pria ini berkata, kamu tidak butuh laki-laki ya. Teman saya mengulum senyum dan berkata, ah, saya biasa mengerjakan apa-apa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya berpikir, sudah nyaman sendiri, merdeka dan punya uang sendiri. Dan bisa jadi, saat ini dia tidak butuh laki-laki. Memang sulit membiasakan lagi bersama dengan lawan jenis apalagi bila sudah biasa apa-apa sendiri. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Sudah setahun saya menjalin hubungan dengan laki-laki itu, yang saya juga tidak menyangka bisa berjalan selama ini. Berjalan di masa-masa sulit karena keduanya sudah sangat merdeka dan mandiri, dan sekarang harus belajar untuk saling tergantung. Bukan tergantung yang tidak sehat tentu saja, tapi ketergantungan dua orang yang sama-sama independen. Kata Stephen R. Covey, seorang ahli sumber daya manusia, ketergantungan dua orang yang idependen bernama interdependensi. Bersinergi berdua untuk kemajuan yang lebih baik. Seperti prinsip saya, sendiri harus baik, berdua harus lebih baik. Bila berdua tidak lebih baik, maka sendiri saja. Karena saya pikir, kalau kita sendiri belum baik, bagaimana bisa baik bersama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya beruntung. Saya dulu pernah terjebak bahwa saya tidak akan butuh laki-laki, karena saya seringkali gagal menjalin hubungan. Namun, ketika dalam perjalanan hidup saya, saya bertemu denga pria yang luar biasa, yang saya pikir, dia sama-sama menuju kemerdekaanya sebagai manusia. Dan saya pikir, dia bisa saya percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah di kala awal, bahkan masih tidak mudah di saat saya mengetik tulisan ini. Kami sama-sama harus membiasakan diri bahwa sekarang kami berhubungan. Misalnya saja, sekarang ini kami belajar untuk sama-sama berkomunikasi setiap hari, sekedar menceritakan apa yang kami lalui. Kami juga belajar untuk menginformasikan keberadaan kami. Memang tidak sampai segitunya, tapi memang sekarang ini saya punya kekhawatiran lebih bila dia tidak mengkontak saya seharian. Yah, apakah itu resiko sebuah hubungan? Bisa jadi iya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, kami masih sama-sama belajar untuk saling mengenal. Dan bila surga memang berpihak pada kami, bisa jadi kami akan terus bersinergi. Amin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;17 Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-2727300028947998741?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/2727300028947998741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=2727300028947998741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/2727300028947998741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/2727300028947998741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/karena-sudah-kelamaan-sendiri-dan.html' title='Karena sudah kelamaan sendiri dan kemudian berdua'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-9017273018373750985</id><published>2007-02-14T11:05:00.000+07:00</published><updated>2007-02-14T11:16:49.872+07:00</updated><title type='text'>The forces of nature</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;8 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nature, to be commanded, must be obeyed.&lt;br /&gt;(Alam, untuk diperintah, harus ditaati)&lt;br /&gt;Francis Bacon&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah opini di Kompas, 6 Februari 2007 milik YF La Kahija (Merefleksikan Alam di Kala Bencana) yang memuat kutipan di atas membuat saya terhenyak. Ternyata untuk bekerja sama dengan alam, kita harus mentaati hukumnya. Melanggar hukum alam, berarti memusuhinya. Memusuhinya, berarti bunuh diri, karena manusia jelas-jelas bergantung kepada alam untuk dapat bertahan hidup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Mari bicara dalam konteks Indonesia saja. Alam memang tampak sedang mengamuk. Sejak Desember 2004, alam tampaknya belum “jinak” juga sampai sekarang. Bencana seakan tidak berhenti. Yang berhasil saya ingat adalah tsunami yang menghantam Aceh 26 Desember 2004. Dilanjutkan gempa bumi yang menguncang Nias. Lalu tsunami Pangandaran, gempa bumi yang meluluhlantakkan Yogyakarta, lumpur Lapindo Brantas, longsor di Mandailing Natal, dan banjir di Tamiang, Aceh Tengah. Yang terakhir adalah banjir yang sedang terjadi di beberapa daerah Indonesia, termasuk ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah area yang rawan bencana, akibat letaknya yang konon “strategis” di antara dua benua (Asia dan Australia), dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan juga dua lempeng bumi yang sangat aktif. Seringkali, kita terbuati dengan kata strategis, tanpa tahu lebih lanjut apa akibat dari lokasi ini, terutama untuk alam. Pelajaran geografi tidak pernah mendapat tempat yang layak di jenjang-jenjang pendidikan yang ada di Indonesia. Mungkin bisa dibuktikan ke anak-anak SD sekarang ini, seberapa seringnya mereka belajar geografi yang bukan hanya menghafal nama-nama gunung di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia, kesadaran yang rendah untuk hidup bersama-sama alam juga masih sangat rendah. Jakarta misalnya, yang setiap tahun selalu langganan banjir dan setiap lima tahun hampir selalu kena banjir bandang. Lihatlah mereka yang memilih daerah aliran sungai (DAS) untuk tempat tinggal. Mereka membangun rumah-rumah seadanya, menempati aliran sungai yang seyogyanya harus bebas mengalir. Orang-orang juga seringkali masih menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Alih-alih membangun gorong-gorong dan drainase yang memadai, juga taman-taman kota untuk penyerapan air, Pemda Jakarta tampaknya lebih senang membangun sarana&amp;prasarana di atas tanah seperti mal (perlu diketahui: pada zaman Sutiyoso, pembangunan mal mencapai 20 kali lipat dibanding pada masa gubernur sebelumnya), gedung perkantoran, busway, real-estate, dan yang paling baru, monoreal. Izin pembangunan sangat mudah diberikan, padahal, tanpa draisnase yang memadai, kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi soal sampah, masyarakat Jakarta belum mengenal pemisahan sampah organik dan an-organik, juga pengolahannya yang efektif. Padahal di Austria sana, sampah diolah menjadi sumber pembangkit listrik. Saya yakin, hal ini bisa saja dilakukan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas adalah hanya sekelumit contoh ketidakmauan msyarkat untuk belajar memahami alam. Alam pasti memberi banyak, bila manusia belajar bagaimana mematuhinya. Bila manusia tidak mau belajar, kehancuran alam pasti akan semakin cepat. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-9017273018373750985?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/9017273018373750985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=9017273018373750985&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/9017273018373750985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/9017273018373750985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/forces-of-nature.html' title='The forces of nature'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-5074718356409355669</id><published>2007-02-14T10:55:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T15:01:23.583+07:00</updated><title type='text'>Para penumpang pesawat terbang</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_FuzLkPQENn0/RdlYIMwaUyI/AAAAAAAAAAM/MWC-KXz28NU/s1600-h/penumpang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5033150956449714978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_FuzLkPQENn0/RdlYIMwaUyI/AAAAAAAAAAM/MWC-KXz28NU/s320/penumpang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belum lama ini, saya kembali ke Jakarta dari Banda Aceh menggunakan sebuah maskapai penerbangan nasional. Maskapai nasional yang selama ini masih digunakan karena tidak ada piihan lain yang relatif aman dan baik pelayanannya. Bukan berita baru, bahwa banyak maskapai di Indonesia yang kurang baik keamanan dan pelayanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat perilaku-perilaku penumpang pesawat yang cenderung terburu-terburu. Seakan-akan, mereka bahkan tidak punya waktu untuk menghela nafas. Saya tidak membesar-besarkan. Misalkan saja, masuk ke dalam pesawat, seringkali saya melihat orang berebutan masuk; padahal pesawat masih butuh proses untuk memanaskan mesin dan bersiap-siap tinggal landas. Di dalam pesawat, seakan-akan para penumpang takut tempat duduknya terisi oleh yang lain, maka seringkali mereka tidak mau menunggu penumpang di depannya yang sedang bersusah payah memasukkan bagasinya ke tempat penyimpanan di atas tempat duduk. Padahal, tetap saja, tidak sampai memakan waktu dua menit. Alih-alih ngedumel, toh sebenarnya mereka bisa saja membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, orang-orang yang tahu bahwa barang-barang elektronik seperti handphone akan mengganggu persiapan penerbangan, mereka akan segera mematikan handphone. Yang kurang sadar, masih menekan tuts-tutsnya untuk membalas sms atau melanjutkan pembicaraan yang tertunda. Mereka baru akan mematikan alat-alat tersebut, setelah pramugari mengingatkan bahwa mereka akan segera lepas landas. Saya yakin, pasti ada beberapa orang yang lupa mematikan telepon genggamnya. Padahal, sinyal-sinyal telepon genggam dapat membahayakan penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, lepas landaslah. Pada waktu-waktu ini, tidak terlihat perilaku orang-orang yang terburu-buru, toh pada saat ini kita hanya bisa menunggu pesawat sampai di tempat tujuan. Orang-orang biasanya memanfaatkan waktu untuk beristirahat, mengobrol, ataupun membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pesawat baru saja menyentuh tanah, banyak orang yang serta merta membuka sabuk pengaman. Sudah ada aba-aba dari awak pesawat bahwa sabuk pengaman hendaknya baru dibuka setelah pesawat diparkir dengan sempurna, karena pada saat-saat inilah, sama seperti saat lepas landas, kondisinya sangat kritis. Tidak jarang, ada kasus pesawat tergelincir ketika akan parkir setelah mendarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penerbangan ini, saya juga melihat perilaku orang yang sangat tergesa-gesa. Dia berdiri dan akan mengambil barang, padahal pesawat belum berhenti. Toh, kalau pesawat tidak berhenti, dia pun tidak bisa turun. Setelah pesawat berhenti, orang-orang dengan tergesa-gesa berdiri, berebutan mengambil bagasi, dan lekas-lekas turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang makhluk yang suka tergesa-gesa. Dan menunggu memang tidak menyenangkan. Namun, bukanlah kadang kita harus menghargai waktu dengan berusaha menikmatinya? Hanya beda beberapa detik saja, toh pesawat tidak akan pergi kalau memang belum siap dan penumpang tidak bisa turun bila pesawat belum berhenti. Saya hanya tersenyum heran, karena baru saja kepala saya terantuk barang milik orang yang dengan ceroboh mengambil barangnya dari atas tempat duduk saya. Tanpa mengucapkan maaf, lalu ngacir saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setergesa-tergesa itukah? Entahlah. Saya pun tidak habis pikir kenapa orang-orang tidak berusaha tenang dan santai bila naik pesawat. Apalagi, kalau perilku tersebut seringkali merugikan dan membahayakan penumpang yang lain. Karena saya tidak suka berebutan, maka seringkali saya merpersilakan orang-orang untuk duluan saja naik pesawat. Toh, saya masih berusaha menikmati waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(gambar diambil dari &lt;a href="http://www.kompas.com/photos/KESEHATAN/penumpang.jpg"&gt;http://www.kompas.com/photos/KESEHATAN/penumpang.jpg&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-5074718356409355669?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/5074718356409355669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=5074718356409355669&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/5074718356409355669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/5074718356409355669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/para-penumpang-pesawat-terbang.html' title='Para penumpang pesawat terbang'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_FuzLkPQENn0/RdlYIMwaUyI/AAAAAAAAAAM/MWC-KXz28NU/s72-c/penumpang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-7965973264053509026</id><published>2007-02-11T18:02:00.000+07:00</published><updated>2007-02-11T17:58:51.868+07:00</updated><title type='text'>Shut your mobile down while you’re in the craft</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin banyak orang yang belum mengamini kenapa mereka harus mematikan telepon genggamnya dan sama sekali tidak boleh dinyalakan selama berada di dalam kabin pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat terbang modern sangat bergantung kepada gelombang radio untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk komunikasi dengan menara kontrol, navigasi dan pengaturan udara di dalam kabin. Intervensi gelombang rdio yang berasal dari telepon genggam dapat mengacaukan fungsi-fungsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakai telepon genggam mungkin tidak menyadari, bahwa dalam keadaan standby pun, telepon genggam tetap memancarkan sinyal elektromagnetis yang berfungsi memberitahu komputer di jaringan telepon selulernya bahwa telepon genggam tersebut di dalam keadaan aktif dan dapat dihubungi. Sinyal tersebut kan sekin kuat ketika pemancar di base terminal station (BTS) berkomunikasi dengan telepon genggam untuk menyampaikan panggilan ataupun mengirimkan pesan singkat (SMS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, setelah pesawat tinggal landas dan mendekati cruising altitute, telepon genggam tidak akan dapat berfungsi karen jarak dari BTS ke pesawat terlalu jauh. Pesawat juga bergerak terlalu cepat sehingga sebelum telepon genggam terdeteksi dan terdaftar di salah satu sel jaringan telepon genggam ia sudah meninggalkan sel tersebut. Akibatnya, telepon genggam yang terus aktif akan terus-menerus memancarkan sinyal elektromagnetis yang beresiko mengganggu berbagai peralatan penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, demi keselamatan Anda dan ratusan penumpang lainnya, Anda wajib menyimpan telepon genggam Anda begitu memasuki pintu kabin. Bila Anda menyimpan telepon genggam lain di dalam tas bawaan, periksalah dan pastikanlah bahwa telepon genggam tersebut juga sudah Anda matikan. Anda tidak mau mati konyol hanya karena lupa mematikn telepon genggam Anda bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur bebas dari In Flight Magazine Garuda Indonesia edisi Februari.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-7965973264053509026?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/7965973264053509026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=7965973264053509026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7965973264053509026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/7965973264053509026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2007/02/shut-your-mobile-down-while-youre-in.html' title='Shut your mobile down while you’re in the craft'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-116626554734077038</id><published>2006-12-16T17:30:00.000+07:00</published><updated>2006-12-17T16:09:29.856+07:00</updated><title type='text'>Awas Ya!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kekasihku,&lt;br /&gt;Kau tidak akan kubiarkan sendiri&lt;br /&gt;Ragaku bisa mati ketika tiba umurku&lt;br /&gt;Fisikku pasti membusuk seiring tuaku&lt;br /&gt;Tapi jiwaku abadi&lt;br /&gt;Doaku tulus dan mumpuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;kenapa kau harus tunggu selesai sesalmu&lt;br /&gt;Baru kau datang padaku&lt;br /&gt;kenapa harus kau usir rasa marahmu&lt;br /&gt;Baru kau bersender di bahuku&lt;br /&gt;Kenapa perlu kau manjakan sakit hatimu&lt;br /&gt;Baru kau peluk aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,&lt;br /&gt;kau kan sudah tahu&lt;br /&gt;Cintaku bukan cinta biasa&lt;br /&gt;Cintaku tidak sederhana&lt;br /&gt;Cintaku cinta keras kepala!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,&lt;br /&gt;entahlah&lt;br /&gt;Aku merasa dunia membelakangiku&lt;br /&gt;Dan aku tidak mau kau ikut serta&lt;br /&gt;Awas ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)RDS, 161206 Banda Aceh&lt;br /&gt;for better or worse&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-116626554734077038?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/116626554734077038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=116626554734077038&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/116626554734077038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/116626554734077038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/12/awas-ya.html' title='Awas Ya!!'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115864802116622342</id><published>2006-09-19T13:28:00.000+07:00</published><updated>2006-12-17T16:44:02.396+07:00</updated><title type='text'>Curiousity kills the cat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keingintahuan! Tampaknya manusia memang dilahirkan Tuhan dengan fitrah itu. Sembilan bulan sepuluh hari, manusia bayi berada di perut ibunda dengan tempat yang gelap dan sempit. Ketika lahir, dunia gemerlap tentu saja menyimpan banyak misteri yang menarik untuk dicari tahu apa itu. Tentu saja, keingintahuan membuat kita mampu mencari tahun seperti apa dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;manusia yang diberi kelebihan dari makhluk-makhluk Tuhan lain berupa akal berlomba-lomba mencari tahu seperti apa dunia itu. Lewat pemikiran-pemikiran, lahirlah penemuan-penemuan luar biasa, seperti listrik, lampu, telepon, mesin uap, dan lain sebagainya yang membantu peradaban manusia. Ilmu-ilmu pengetahuan juga muncul satu demi satu, ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu astronomi dan lain sebagainya. Terus berkembang sampai sekarang ini dimana dunia sudah sangat modern dan semakin tanpa batas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ilmu dan penemuan adalah tingkat tertinggi dari rasa keingintahuan manusia akan fenomena-fenomena yang ada di dunia. Bahkan Al-Quran di dalam satu suratnya menyatakan, bahwa dunia ini penuh dengan tanda-tanda kebesaranNya bagi orang-orang yang berpikir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Yang paling rendah dari keingintahuan manusia adalah gosip. Sekarang ini, televisi di Indonesia mempunyai lebih dari 50 tayangan infotainment yang ditayangkan setiap hari. Lagi dan lagi, kita diterpa oleh tayangan itu lebih dari 10 kali setiap hari. Kita jadi tahu dan hafal apa yang terjadi dengan para &lt;em&gt;public figure&lt;/em&gt;, dan tampaknya kita tersihir untuk terus mengikuti perkembangannya. Infotainment disinyalir juga menjadi kompor bagi beberapa kasus yang terjadi. Bahkan tak jarang, gosip memang diciptakan. Biar seru, katanya :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Apapun itu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;rasa ingin tahu memang ada di dalam diri kita. Kadang dia bisa menjadi kebaikan, namun kadang bisa menjadi bumerang bagi yang ingin tahu. &lt;em&gt;So, be ready, because curiousity kills the cat..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115864802116622342?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115864802116622342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115864802116622342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115864802116622342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115864802116622342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/09/curiousity-kills-cat.html' title='Curiousity kills the cat'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115812335377416351</id><published>2006-09-13T11:50:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T11:55:53.793+07:00</updated><title type='text'>God's chosen people</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;sebuah tulisan Jostein Gaarder, Aftenposten 05.08.06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;There is no turning back. It is time to learn a new lesson: We do no longer recognize the state of Israel. We could not recognize the South African apartheid regime, nor did we recognize the Afghan Taliban regime. Then there were many who did not recognize Saddam Hussein's Iraq or the Serbs' ethnic cleansing. We must now get used to the idea: The state of Israel in its current form is history. We do not believe in the notion of God's chosen people. We laugh at this people's fancies and weep over its misdeeds. To act as God's chosen people is not only stupid and arrogant, but a crime against humanity. We call it racism. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Limits to tolerance&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;There are limits to our patience, and there are limits to our tolerance. We do not believe in divine promises as justification for occupation and apartheid. We have left the Middle Ages behind. We laugh uneasily at those who still believe that the God of flora, fauna, and galaxies has selected one people in particular as his favorite and given it funny stone tablets, burning bushes, and a license to kill.&lt;br /&gt;We call child murderers 'child murderers' and will never accept that such have a divine or historic mandate excusing their outrages. We say but this: Shame on all apartheid, shame on ethnic cleansing, shame on every terrorist strike against civilians, be it carried out by Hamas, Hizballah, or the state of Israel!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Unscrupulous art of war&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;We acknowledge and pay heed to Europe's deep responsibility for the plight of the Jews, for the disgraceful harassment, the pogroms, and the Holocaust. It was historically and morally necessary for Jews to get their own home. However, the state of Israel, with its unscrupulous art of war and its disgusting weapons, has massacred its own legitimacy. It has systematically flouted International Law, international conventions, and countless UN resolutions, and it can no longer expect protection from same. It has carpet bombed the recognition of the world. But fear not! The time of trouble shall soon be over. The state of Israel has seen its Soweto. We are now at the watershed. There is no turning back. The state of Israel has raped the recognition of the world and shall have no peace until it lays down its arms.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Without defense, without skin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;May spirit and word sweep away the apartheid walls of Israel. The state of Israel does not exist. It is now without defense, without skin. May the world therefore have mercy on the civilian population. For it is not civilian individuals at whom our doomsaying is directed. We wish the people of Israel well, nothing but well, but we reserve the right not to eat Jaffa oranges as long as they taste foul and are poisonous. It was endurable to live some years without the blue grapes of apartheid.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;They celebrate their triumphs&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;We do not believe that Israel mourns forty killed Lebanese children more than it for over three thousand years has lamented forty years in the desert. We note that many Israelis celebrate such triumphs like they once cheered the scourges of the Lord as "fitting punishment" for the people of Egypt. (In that tale, the Lord, God of Israel, appears as an insatiable sadist.) We query whether most Israelis think that one Israeli life is worth more than forty Palestinian or Lebanese lives.&lt;br /&gt;For we have seen pictures of little Israeli girls writing hateful greetings on the bombs to be dropped on the civilian population of Lebanon and Palestine. Little Israeli girls are not cute when they strut with glee at death and torment across the fronts.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The retribution of blood vengeance&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;We do not recognize the rhetoric of the state of Israel. We do not recognize the spiral of retribution of the blood vengeance with "an eye for an eye and a tooth for a tooth." We do not recognize the principle of one or a thousand Arab eyes for one Israeli eye. We do not recognize collective punishment or population-wide diets as political weapons. Two thousand years have passed since a Jewish rabbi criticized the ancient doctrine of "an eye for an eye and a tooth for a tooth."&lt;br /&gt;He said: "Do to others as you would have them do to you." We do not recognize a state founded on antihumanistic principles and on the ruins of an archaic national and war religion. Or as Albert Schweitzer expressed it: "Humanitarianism consists in never sacrificing a human being to a purpose."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Compassion and forgiveness&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;We do not recognize the old Kingdom of David as a model for the 21st century map of the Middle East. The Jewish rabbi claimed two thousand years ago that the Kingdom of God is not a martial restoration of the Kingdom of David, but that the Kingdom of God is within us and among us. The Kingdom of God is compassion and forgiveness. Two thousand years have passed since the Jewish rabbi disarmed and humanized the old rhetoric of war. Even in his time, the first Zionist terrorists were operating.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Israel does not listen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;For two thousand years, we have rehearsed the syllabus of humanism, but Israel does not listen. It was not the Pharisee that helped the man who lay by the wayside, having fallen prey to robbers. It was a Samaritan; today we would say, a Palestinian. For we are human first of all -- then Christian, Muslim, or Jewish. Or as the Jewish rabbi said: "And if you greet your brethren only, what do you do more than others?" We do not accept the abduction of soldiers. But nor do we accept the deportation of whole populations or the abduction of legally elected parliamentarians and government ministers. We recognize the state of Israel of 1948, but not the one of 1967. It is the state of Israel that fails to recognize, respect, or defer to the internationally lawful Israeli state of 1948. Israel wants more; more water and more villages. To obtain this, there are those who want, with God's assistance, a final solution to the Palestinian problem. The Palestinians have so many other countries, certain Israeli politicians have argued; we have only one.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The USA or the world?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Or as the highest protector of the state of Israel puts it: "May God continue to bless America." A little child took note of that. She turned to her mother, saying: "Why does the President always end his speeches with 'God bless America'? Why not, 'God bless the world'?" Then there was a Norwegian poet who let out this childlike sigh of the heart: "Why doth Humanity so slowly progress?" It was he that wrote so beautifully of the Jew and the Jewess. But he rejected the notion of God's chosen people. He personally liked to call himself a Muhammedan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Calm and mercy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;We do not recognize the state of Israel. Not today, not as of this writing, not in the hour of grief and wrath. If the entire Israeli nation should fall to its own devices and parts of the population have to flee the occupied areas into another diaspora, then we say: May the surroundings stay calm and show them mercy. It is forever a crime without mitigation to lay hand on refugees and stateless people. Peace and free passage for the evacuating civilian population no longer protected by a state. Fire not at the fugitives! Take not aim at them! They are vulnerable now like snails without shells, vulnerable like slow caravans of Palestinian and Lebanese refugees, defenseless like women and children and the old in Qana, Gaza, Sabra, and Chatilla. Give the Israeli refugees shelter, give them milk and honey! Let not one Israeli child be deprived of life. Far too many children and civilians have already been murdered. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115812335377416351?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115812335377416351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115812335377416351&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115812335377416351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115812335377416351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/09/gods-chosen-people.html' title='God&apos;s chosen people'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115702440858717192</id><published>2006-08-31T18:36:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T18:40:08.590+07:00</updated><title type='text'>sebuah doa..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berilah aku kesempatan untuk belajar melalui cintaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;karena cinta tak pernah membuat seseorang meninggalkan mimpi-mimpinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biarlah aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menjadi pendamping dan sekutu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;laki-laki yang kucintai ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Biarlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mencapai semua yang harus kami capai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bersama-sama..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;amin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dari By the River I Sat Down and Weapt&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Paolo Coelhoe&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115702440858717192?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115702440858717192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115702440858717192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115702440858717192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115702440858717192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/08/sebuah-doa.html' title='sebuah doa..'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115685678169445980</id><published>2006-08-29T19:57:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T18:34:29.773+07:00</updated><title type='text'>Gunung Jangan Pula Meletus</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebuah tulisan Emha Ainun Najib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barangsiapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraanpara korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!, " aku menyerbu."Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran, " Sudrun menyambutdengan kata- kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati. "Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga." "Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?" "Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Termasuk Kiai...."Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran. "Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?" Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?" katanya. Aku menjawab tegas, "Ya." "Kalau Tuhan diam saja bagaimana?" "Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sampai kapan?" "Sampai kapan pun!" "Sampai mati?" "Ya!" "Kapan kamu mati?" "Gila!" "Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidakmelawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Aku ini, Kiai!" teriakku, "datang kemari, untuk merundingkan hal-hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter.... "Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku."Kamu jahat," katanya, "karena ingin menghindar dari kewajiban." "Kewajiban apa?" "Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah.Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya. Ainun,Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini..."-ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kupinjamkan dinding ini kepadamu....""Apa maksud Kiai?," aku tidak paham. "Pakailah sesukamu.""Emang untuk apa?""Misalnya untuk membenturkan kepalamu...." "Sinting!" "Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh. "Ia membawaku duduk kembali. "Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?," ia pegang bagian atas bajuku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Kamu tahu Muhammad?", ia meneruskan, "Tahu? Muhammad Rasulullahshallallahu 'alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;rumahnya 4,80 cm, lebar 4,62 cm. Ia manusia yang paling dicintaiTuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang. "Kiai," kata saya agak pelan, "Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim....""Sangat benar demikian," jawabnya, "Apa yang membuatmu tidak yakin?" "Ya Aceh itu, Kiai, Aceh.... Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi." "Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu...." "Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?""Aceh, Kiai, Aceh.""Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yang ditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehinggaakan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan.""Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu.Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidakmelayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan? berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa,sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?" "Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu merekamemperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Gusti Gung Binathoro!," saya mengeluh, "Kami semua dan saya sendiri,Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan.""Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri-maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan...." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Alangkah dungunya kamu!" Sudrun membentak, "Sedangkan ayam menjadi riang hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur." "Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?" "Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!" aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun. "Bilang sendiri sana sama gunung!" ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya. "Kiai!" aku meloncat mendekatinya, "Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam...." "Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115685678169445980?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115685678169445980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115685678169445980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115685678169445980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115685678169445980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/08/gunung-jangan-pula-meletus.html' title='Gunung Jangan Pula Meletus'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115513208267617837</id><published>2006-08-09T20:56:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T21:01:22.693+07:00</updated><title type='text'>She will be loved</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;brilliantly sang by Maroon5&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beauty queen of only eighteen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;She had some trouble with herself&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;He was always there to help her&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;She always belonged to someone else&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I drove for miles and miles&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And wound up at your door&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I've had you so many times &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;but somehow I want more&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I don't mind spending everyday&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Out on your corner in the pouring rain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Look for the girl with the broken smile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ask her if she wants to stay awhile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And she will be loved&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;She will be loved&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tap on my window knock on my door&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I want to make you feel beautiful&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I know I tend to get insecure&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;It doesn't matter anymore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;It's not always rainbows and butterflies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;It's compromise that moves us along&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;My heart is full and my door's always open&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;You can come anytime you want&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I don't mind spending everyday&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Out on your corner in the pouring rain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Look for the girl with the broken smile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ask her if she wants to stay a while&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And she will be loved&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;She will be loved&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I know where you hide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Alone in your car&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Know all of the things that make you who you are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;I know that goodbye means nothing at all&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Comes back and begs me to catch her every time she falls &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;..may be you know why I called this song, a soundtrack of the days..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115513208267617837?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115513208267617837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115513208267617837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115513208267617837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115513208267617837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/08/she-will-be-loved.html' title='She will be loved'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115513112267453728</id><published>2006-08-09T20:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T20:45:22.740+07:00</updated><title type='text'>ketika aku jatuh cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya berpikir, saya tidak mungkin lagi jatuh cinta. Setelah patah hati berkali-kali, saya pun takjub ternyata saya belum hancur juga. Hm, ternyata saya masih baik-baik saja, bisa melanjutkan hidup dan merasa bahagia dengan keadaan yang ada. Yap, bukan saya tidak perlu laki-laki, tapi saya pikir, saya harus bahagia menjadi perempuan yang merdeka. Ketika saya bisa mandiri secara pemikiran, secara perasaan dan juga secara finansial. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya pernah berdoa pada Tuhan. Waktu itu saya pernah berkata bahwa kalaupun tidak ada laki-laki baik yang disisakan untuk saya, saya tidak apa-apa. Saya  hanya minta diberi kesehatan yang layak dan uang yang banyak sehingga saya bisa hidup makmur sendiri. Dan sayapun menjalani hari-hari dengan sangat bahagia, saya berprestasi, banyak teman dan terus produktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tapi ternyata, Tuhan berkata lain. Di perjalanan hidup saya berikutnya, saya ternyata bertemu dengan laki-laki yang bisa membuat saya merasa cinta lagi. Tidak tahu bagaimana akhirnya, tapi saya sedang menikmati rasa-rasa itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ternyata, toh Tuhan tahu kapan waktu-waktunya. Dan ternyata saya harus bertemu dulu dengan belasan orang-orang yang akan membuat saya patah hati sebelum saya bertemu dengan dia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya bagi saya, perempuan harus bisa menikmati hidupnya sendiri dengan bahagia.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115513112267453728?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115513112267453728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115513112267453728&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115513112267453728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115513112267453728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/08/ketika-aku-jatuh-cinta.html' title='ketika aku jatuh cinta'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115415966260199053</id><published>2006-07-29T14:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T14:54:22.613+07:00</updated><title type='text'>Stopping by Woods on a snowy evening</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Whose woods these are I think I know.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;His house is in the village though;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;He will not see me stopping here&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;To watch his woods fill up with snow. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;My little horse must think it queer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;To stop without a farmhouse near&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Between the woods and frozen lake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The darkest evening of the year.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;He gives his harness bells a shake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;To ask if there is some mistake.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The only other sound's the sweep&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Of easy wind and downy flake.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;The woods are lovely, dark and deep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;But I have promises to keep,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And miles to go before I sleep,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;And miles to go before I sleep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;by. Robert Forst&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115415966260199053?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115415966260199053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115415966260199053&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115415966260199053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115415966260199053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/07/stopping-by-woods-on-snowy-evening.html' title='Stopping by Woods on a snowy evening'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115409236757159100</id><published>2006-07-28T19:44:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T11:47:34.743+07:00</updated><title type='text'>Menikah=Lari Marathon</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesimpulan ini didapat dari obrolan-obralan panjang saya dengan seorang kawan yang cerdas bernama Feby. Bahwa menikah bisa dianalogikan dengan lari marathon, sebuah perjalanan yang cukup panjang. Lari marathon yang berasal dari zaman Yunani kuno dulu berjarak 40 km, jarak yang agak jauh bila ditempuh dengan berlari. Sejarah lari marathon sendiri silakan dicari di google yang pintar itu saja ya :P atau akan saya tulis di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Yap, menikah adalah proses yang panjang. maksud saya, bila berbicara menikah, umumnya berarti bicara soal kebersamaan dalam periode yang tidak sebentar. Seperti halnya lari marathon yang memerlukan kesiapan fisik dan mental sebelum mengikutinya, begitu pula dengan pranata bernama pernikahan. Untuk berlari, diperlukan sepatu olahraga yang nyaman, bukan stiletto yang indah. Jadi, sepatu stiletto yang bagus dan mahal sekalipun tidak akan bisa dibawa lari marathon. Bila kita sudah bisa menemukan sepatu kets yang nyaman dipakai pun ternyata kita masih harus tetap mempertimbangkan warnanya. Karena di kala berlari yang jauh, kita pasti akan melihat sepatu kita setiap saat. Warnapun harus memang yang kita suka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Sudah beberapa kali saya menemukan perempuan menikah yang merasa salah memilih pasangan hidupnya. Mereka mungkin seperti stiletto mahal dan anggun itu, yang seringkali membuat kita jatuh cinta pada pandangan pertama, atau jatuh cinta sesaat, namun ternyata sangat menyakitkan ketika dipakai berlari. Memang kadang sulit jadi perempuan, ketika sudah tua sedikit saja pasti tidak bisa menghindar dari pertanyaan kapan nikahnya? atau ko belum nikah? Dan karena ingin menyenangkan orang tua, sudah kebelet pengen nikah atau malas dicap perawan tua, perempuan seringkali asal pilih saja. Istilahnya, seperti memilih kucing dalam karung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Seperti halnya teman saya.. Sebentar lagi dia akan menikah. Sekilas, saya lihat dia cinta bener ama calonnya. Namun katanya, dia memilih dia karena dia memberikan kepastian dan keluarga suka sama dia. Ketika saya tanya, apakah dia nyaman dengan calonnya, tersirat ko dia mengatakan tidak sepenuhnya. Hm.. kepastian, perempuan tampaknya memang butuh itu. Banyak perempuan yang memilih pria yang tidak terlalu dicintainya tapi memberikan kepastian, daripada yang benar-benar dia cintai namun tidak memberikan kepastian. Halah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Intinya, perempuan harus benar-benar tahu apa yang dia butuhkan dari seorang pria. Perempuan harus benar-benar bahagia dan merdeka seorang diri sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Karena pernikahan tidak menentukan bahagia tidaknya seseorang, karena pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan. Itu hanya awal dari lari marathon yang panjang dan akan menjadi amat menyakitkan jika tidak mendapat sepatu yang pas dari awalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka, mari mencari sepatu kets nyaman yang kita suka warnanya, jangan membeli stiletto hitam mewah anggun bila ingin lari marathon. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tabik..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115409236757159100?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115409236757159100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115409236757159100&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115409236757159100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115409236757159100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/07/menikahlari-marathon.html' title='Menikah=Lari Marathon'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115354651763030181</id><published>2006-07-22T12:12:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T12:35:17.653+07:00</updated><title type='text'>Siapakah yang disebut Israel itu?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ciri-ciri Masyarakat Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Prof. Dr. Musthafa Rajab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masyarakat Israel adalah sekelompok masyarakat yangmenyimpan banyak konflik. Mereka adalah keturunan Yahudi yang beranakpinak sangat banyak yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Karenaitu mereka memiliki ciri kebudayaan yang beragam tergantung darimanapenduduk itu berasal. Perbedaan etnis juga mereka pertahankan, baikantar Yahudi (bangsa Israel) sendiri atau dengan bangsa selain Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di antara ciri masyarakat Israel adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Mereka adalah percampuran masyarakat yang sangat beragam darisegi tatanan sosialnya. Artinya antar indifidu Israel mereka tidaksejenis. Karena mereka adalah percampuran dari akar keturunan,kebudayaan, kecenderungan, tradisi yang berbeda-beda. Karena itutujuan sosial mereka sangat beragam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Mereka adalah masyarakat Yahudi tapi penduduk negara asliadalah Arab. Ini tatanan sosial yang lebih merumitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Mayoritas Yahudi yang berada di Palestina bukan berasal dariakar yang sama. Mereka berbeda tergantung dari mana mereka berasalatau dari negara asal mereka. Penduduk Arab di sana adalah minoritasyang menetap di kampung halaman mereka sejak tahun 1948.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Yahudi Israel terdiri dari dua kelompok besar yang jumlahnyahampir sebanding. Namun status sosial mereka berbeda dalam masyarakatIsrael. tergantung asal negara dan watak pekerjaan (profesi mereka).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a. Kelompok pertama: Yahudi Barat atau lebih dikenal dengan"Esykanzim" mereka eksosdus dari negara-negara Eropa atau Amerika.kebanyakan mereka hidup di kota-kota Israel dan negara-negara teluk.Secara kebudayaan dan sosial mereka dianggap memiliki status sosialtinggi dengan menduduki jabatan dan instansi penting di pemerintahIsrael.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;b. Kelompok kedua: Yahudi Timur yang terkenal dengan "Savardim"mereka eksodus ke Palestina dari negara-negara Asia dan Afrika.Kebanyakan mereka hidup di kota-kota kecil Israel, wilayah pedesaan.Dalam kehidupan keagamaan dan budaya, mereka berkembang. Di manamereka melakukan pekerjaan profesi sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelompok terakhir ini tidak memiliki banyak kelebihan keistimewaandibanding dengan kelompok pertama. Mereka tidak menikmati jabatanpenting di pemerintahan melainkan hanya sedikit, terutama di "kursi" Kanneset Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada akhir tahun 1976 angka Yahudi Timur mencapai 46,2% darikeseluruhan penduduk Israel di Palestina jika dibandingkan antaragenerai eksodus yang saat itu dengan saat sebelumnya. Pemuda YahudiTimur dengan usia di bawah usia 20 jumlahnya mencapai 52,4%. Padahaleksodus Yahudi Timur ke Palestina menurun sejak tahuan 1970 dimanayang berasal Uni Soviet paling banyak. Sementara jumlah pemuda IsraelTimur mencapai 99% yang belum menginjak usia 20 tahun dan yang sudahmencapai usia balig jumlah 615.600 dan mereka dilahirkan di Israel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada kelompok Yahudi lainnya yang jga hidup di Israel baik yangmemiliki asal keturunan barat atau timur. Mereka disebut dengan "JabalShabra". Generasi Israel ini adalah Yahudi yang lahir di wilayahnegara Arab Palestina. mereka berbeda dengan ayah mereka dari segiasal, etnis, tradisi, budaya, dan bahkan ideologi sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adapun percampuran Arab Palestina – Israel jumlahnya sangat sedikit.Mereka dilihat pejabat Israel sebagai warga negara kedua. Mereka adayang memeluk islam dan kristen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari penjelasan tersebut, bisa kita katakan; masyarakat Israel hidupdalam kondisi tidak sejenis, tidak satu solidaritas. Bahkan akarperbedaan dan perpecahan sangat rentan mengancam. Para eksodus Yahudiberasal dari lebih 50 negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di samping itu, ada kesenjangan sosial ekonomi antara dua kelompokYahudi "Esykanzim" dan Yahudi Syavardem bahkan perselisihan antaraYahudi yang sudah lebih dulu tinggal di Palestina dengan Yahudi yangbaru datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kira-kira 40% ada Yahudi Atsubi dari Valasha yang tidak memiliki keahlian bekerja. Di tambah lagi mereka terlambat untuk memperolehtempat tinggal layak di Palestina serta keterlambatan bantuan bagimereka. Ini yang akhirnya mendoongmerekamelakukan aksi unjuk rasa.Ujungnya terjadi persengketaan sengit antar kelompok Yahudi Soviet danYahudi Valasha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Ciri-ciri Ekonomi Israel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Ekonomi Israel adalah ekonomi kecil bentuknya, jika dibandingkandengan jumlah penduduknya. Pada laporan 1979 penduduk Israel mencapai3,8 juta. Ada akhir tahun 1980 penduduk bertambah menjadi 3,9 juta. Jumlah tersebut sebenarnya tidak cukup untuk membentuk sistem ekonomiuntuk mewujudkan proyek-proyek ekonomi yang produktif. Karenanya kaidahnya mereka pasti membutuhkan bantuan. Misalnya, bantuan untuk proyek-proyek industri lebih dari 40% dari jumlah keseluruhan nilai produksi di bidang indutri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Ekonomi Israel adalah ekonomi aneh di Timur Tengah. Sebab hanya 6% dari perdagangan ekspor Israel yang bekerja sama dengan negara-negaraTimur Tengah. Dan di bawah 1% dari impornya dari Iran. Sementara itu,secara beruntun terjadi peningkatan hingga 66%, 75% dalam perdagangandengan Barat Eropa dan Amerika Utara. Ini yang menyebabkan biaya ekonomi menjadi melambung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Secara umum dari sisi sumber alamnya, Israel termasuk negara yangmiskin, Terutama sumber SDM. Ini disebabkan oleh konsentrasi merekakepada bidang pertanian, karena terkait dengan faktor ideologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;- Ekonomi Israel bersifat "pendudukan dan penanaman modal" ataudengan mengimpor manusia dan dana dari luar. Ini bisa kita lihat dalamdeklarasi pendirian Yahudi pada tahun 1948 yang jumlah penduduknyasaat iu kurang dari 1 juta. Kemudian pada tahun 1950 keluarlahundang-undang "kembali" (Israel kembali ke Palestina, menurutkeyakinan mereka). Dengan keluarnya keputusan ini maka terjadi eksodusbesar-besar warga Yahudi ke Palestina dengan dalih karena takuttekanan dan penghancuran dan kaum Nazi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sementara "impor" dana dari luar berjumlah sangat besar terutama dariAmerika. jumlah total utang luar negeri Israel pada pertengahan tahun1992 mencapai 24,5 Milyar USD atau meningkat hingga 88 dolar daritahun sebelumnya. Ditambah lagi jaminan utang Israel di Amerikamencapai puluhan miliyar dolar setip tahun dan dari Jerman mencapaipuluhan milyar Mark Jerman. (harian Al Syarq Al Qothoriah, edisi02/07/2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(tiermiz)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115354651763030181?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115354651763030181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115354651763030181&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115354651763030181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115354651763030181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/07/siapakah-yang-disebut-israel-itu.html' title='Siapakah yang disebut Israel itu?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115294780734669554</id><published>2006-07-15T14:04:00.000+07:00</published><updated>2006-07-15T14:16:47.370+07:00</updated><title type='text'>Zizou</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;..sebuah tulisan Gunawan Mohamad..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;JIKA huruf Arab yang mengeja namanya di-Latin-kan dengan lafal Inggris, ia adalah Zîn ad-Dîn. Di Indonesia ia akan dipanggil Zainuddin. Konon itu berarti "ornamen iman".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang tuanya datang dari Dusun Taguemoune, di bukit-bukit Aljazair yang jauh. Seperti banyak orang dari wilayah Afrika yang dilecut niat memperbaiki nasib, Smaïl Zidane, si ayah, pergi merantau ke Paris. Tapi kemiskinan tetap menggilas, dan ia pindah ke Marseille, di selatan, sebuah kota yang tak teramat jauh dari negeri asal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada pertengahan 1960-an itu, Smaïl bekerja sebagai petugas gudang, sering dalam giliran malam. Ia ingat Zainuddin mudah bermimpi buruk bila si bapak tak pulang. Sebab itu pada waktu senggangnya ia penuhkan perhatian bagi anak yang lembut hati yang dipanggilnya Yazid atau "Yaz" itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika Zidane muda sudah jadi pemain bola termasyhur, dan seluruh Prancis mengelu-elukannya sebagai pahlawan, dan para pengagumnya memanggilnya "Zizou", bukan "Yaz", ia tak melupakan apa yang diberikan ayahnya. "Saya mendapatkan semangat dari dia," katanya. "Ayahlah yang mengajari kami bahwa seorang imigran harus bekerja dua kali lipat kerasnya jika dibandingkan dengan orang lain--dan tak boleh menyerah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Daerah La Castellane, di bagian utara Kota Marseille, tempat Zainuddin Zidane dibesarkan, tempat ia bermain bola di lapangan Place de la Tartane, bukanlah wilayah yang ramah. Orang menyebutnya sebagai quartier difficile, perkampungan sulit. Di tepi jalan yang berdebu itu, di deretan perumahan kotak-kotak itu, hidup si muslim, si miskin, si minoritas, yang akhir-akhir ini merisaukan Prancis: beban, ancaman, atau bantuankah mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam hal itu "Zizou" mau tak mau memikul sebuah pertanyaan--meskipun kita&lt;br /&gt;tak tahu sadarkah ia akan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika Prancis keluar sebagai kampiun Piala Dunia 1998, sebuah perayaan spontan meluap di Paris: satu setengah juta manusia berderet di Champs Elysees. Sebuah potret besar Zidane, pencetak gol yang menjadikan negerinya sang juara, diproyeksikan di Arc de Triomphe. Ribuan orang berseru, tiba-tiba, "Zidane! Président!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Zainuddin, keturunan minoritas yang disebut les beurs, serta-merta jadi sebuah ikon bagi sebuah bangsa yang sering disebut "paling rasialis" di Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agaknya Piala Dunia sebuah simptom: kompetisi itu adalah ekspresi nasionalisme dalam demamnya yang tak berbahaya. Juga nasionalisme yang tak sama dengan rasialisme. Eropa pernah melahirkan Naziisme, tapi ada sesuatu yang sering diabaikan: nasionalisme punya kemampuan untuk melupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Prancis semenjak revolusi pada abad ke-18 merupakan contohnya. Dari pengalaman itu pada abad ke-19 Ernest Renan mengemukakan pentingnya "lupa" dalam membentuk bangsa: sebuah "nasion" terjadi ketika ikatan kedaerahan, rasial, dan keagamaan tak lagi diingat-ingat. Telah tumbuh hasrat untuk berbareng (le désir de l'être ensemble) di antara anasir yang berbeda-beda. Sebuah kebersamaan pun terbangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Zidane menerima dan diterima oleh kebersamaan itu--yang bernama "Prancis"--ketika ada kehendak "melupakan" ikatannya dengan sesuatu yang bukan "Prancis". Juga di lapangan hijau itu: "Prancis" hadir bukan cuma pada warna kaus yang seragam, tapi juga pada agresivitas Zidane yang melupakan diri bahwa ia seorang pemain Real Madrid--seperti halnya lawannya hari itu, Ronaldo dari Brasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Demikianlah identitas "Prancis" berkibar dari lupa dan benturan. Kompetisi Piala Dunia memang metafora yang bagus tentang antagonisme, di mana perbedaan yang mutlak tak pernah ada. Sebuah pertandingan selalu mengasumsikan semacam persamaan: tak ada pihak yang 100 persen ganjil bagi&lt;br /&gt;pihak lain. Yang terjadi adalah ada yang menang, ada yang kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagaimana dalam kehidupan: ada antagonisme dalam tiap kebersamaan, dan si menang naik, si kalah turun. Kesetaraan yang penuh tak bisa tercapai; tiap angka 0-0 akan diselesaikan dengan tendangan penalti. Tapi dorongan ke arah kesetaraan akhirnya tak dapat dielakkan, dan argumen untuk mengekalkan perbedaan akan terguncang. "Kami berasal dari sebuah keluarga yang tak punya apa-apa," kata Smaïl Zidane menyaksikan tempik-sorak bagi anaknya di seantero negeri. "Kini kami dihormati orang Prancis dari segala jenis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tapi justru karena itulah Zidane membawa sebuah pertanyaan bagi Prancis: bisakah logika perbedaan diguncang oleh logika kesetaraan? Bagaimana mungkin "mereka"--yang muslim, yang lain--dianggap sederajat dengan "kita", mayoritas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tampak bahwa di sini yang ditekankan bukanlah lupa, melainkan ingatan--dan wajah buruk nasionalisme pun menyeringai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah kemenangan tim Prancis pada tahun 1998 itu, Jean-Marie Le Pen, pemimpin Front National--yang selalu mencurigai minoritas--akhirnya menerima Zidane dengan catatan: sang bintang adalah "putra Aljazair Prancis". Itulah alasannya kenapa Zainuddin layak diterima di antara "kita": Zizou datang dari keluarga "harki", kata Arab untuk menyebut orang Aljazair yang bertempur di pihak Prancis, sang penjajah, pada masa perang kemerdekaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Zainuddin membantah itu: keluarganya bukan pengkhianat. Tapi bisakah ia mendefinisikan diri, ketika dunia privat seseorang diserbu kebencian hitam-putih orang ramai? Oktober 2001, sebuah pertandingan persahabatan dicoba antara tim Prancis dan Aljazair di Stade de France. Pertandingan itu simbolik: kedua negeri itu tak pernah bertemu di lapangan bola sejak perang kemerdekaan Aljazair. Tapi seperti diceritakan Andrew Hussey dalam The Observer, menjelang hari itu Zidane diancam akan dibunuh. Poster dipasang: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Zidane-Harki". Akhirnya permainan tak selesai. Beberapa anak muda keturunan Arab berseru mengelu-elukan Usamah bin Ladin dan mengutuk Republik Prancis.Demikianlah lupa dan ingatan bisa dibongkar pasang untuk diteriakkan, juga bagi si pemalu yang bersuara lirih itu, Zinedine Zidane.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Catatan Pinggir Majalah TEMPO, 10 Juli 2006) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115294780734669554?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115294780734669554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115294780734669554&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115294780734669554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115294780734669554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/07/zizou.html' title='Zizou'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115267044169376947</id><published>2006-07-12T09:10:00.000+07:00</published><updated>2006-07-12T09:14:01.696+07:00</updated><title type='text'>Cause loneliness is tragical*</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;I was down my dreams were wearing thin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;When you're lost where do you begin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;My heart always seemed to drift from day to day&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Looking for the love that never came my way&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Then you smiled and I reached out to you&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;I could tell you were lonely too&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;One look and then it all began for you and me&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;The moment that we touched I knew that there would be&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Two less lonely people in the world&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;And it's gonna be fine&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Out of all the people in the world&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;I just can't believe you're mine&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;In my life where everything was wrong&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Something finally went right&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Now there's two less lonely people&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;In the world tonight &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Just to think what I might have missed&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Looking back how did I exist&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;I dreamed, still I never thought I'd come this far&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;But miracles come true, I know 'cause here we are&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Two Less Lonely People in The World (Air Supply, 1983)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;*backstreetboys&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115267044169376947?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115267044169376947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115267044169376947&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115267044169376947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115267044169376947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/07/cause-loneliness-is-tragical.html' title='Cause loneliness is tragical*'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115030567231215540</id><published>2006-06-15T00:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-15T17:39:57.996+07:00</updated><title type='text'>Panas dan terbakar</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/api.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="96" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/api.jpg" width="251" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hari ini aku membakar diriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;juga kedua anak-anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;aku yakin,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mungkin kau akan langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;masukkan aku ke neraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;karena mendahului putusan-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;aku tidak sanggup lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;anakku tumor otak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;anak yang Kau titipkan padaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;betapa sakit hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ketika kulihat anggaran belanja baju Sutiyoso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ketika kudengar anggaran jalan-jalan anggota DPR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;etika gas dan BBM naik lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ketika tampaknya pemerintah baru sama saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tak ada yang berubah pada bangsa ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dulu dijajah Belanda, sekarang berpatron Amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;memuja kapitalisme dan meninggalkan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lebih baik begini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menuju-Mu dengan cepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;toh, tak ada yang peduli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;C)RDS, Jakarta 24 Desembar 2004&lt;br /&gt;mencoba melihat dari kacamata Jasih (34)ibunda Galang (6) dan Galuh (4)sehari sebelum natal, ketika peduli memang mahal harganya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115030567231215540?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115030567231215540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115030567231215540&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030567231215540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030567231215540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/06/panas-dan-terbakar.html' title='Panas dan terbakar'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115030520930840689</id><published>2006-06-15T00:07:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T18:11:24.923+07:00</updated><title type='text'>Aceh, dalam Pinta Titik Debu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/baiturrahman.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 170px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" height="130" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/baiturrahman.jpg" width="106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kukirimkan cinta padamu&lt;br /&gt;Lewat angin sepoi yang bertiup&lt;br /&gt;Kuharap serta dibawanya damai&lt;br /&gt;Untuk kalian yang selamat&lt;br /&gt;dari gempa hebat dan amukan ombak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukirimkan kasih padamu&lt;br /&gt;Lewat matahari yang tak hentinya bersinar&lt;br /&gt;Menerangi Meulaboh, Banda Aceh, Lhoksoumawe dan Sigli&lt;br /&gt;Daerah-daerah terparah terterjang air bah&lt;br /&gt;Kupastikan dibawanya semangat&lt;br /&gt;Untuk sukarelawan yang betuh-betul sukarelawan&lt;br /&gt;yang coba salurkan energi positifnya&lt;br /&gt;Bukan artis, elitis, atau siapapun&lt;br /&gt;yang hanya pasang tampang dan mempolitisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukirimkan hangat untukmu&lt;br /&gt;Lewat bulan yang mencoba terangi malam&lt;br /&gt;Untuk memeluk anak-anak harapan bangsa&lt;br /&gt;Kubawa doa tertulusku&lt;br /&gt;Semoga trauma tak jadi bayang-bayang sejati hidupmu&lt;br /&gt;Semoga kelak kau terkumpulkan lagi bersama orang tuamu&lt;br /&gt;Di sebuah tempat indah yang aku yakin itu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang titik debu&lt;br /&gt;Tak punya bermilyar-milyar untuk membantu&lt;br /&gt;Tak kuasa pergi ke sana karena tertahan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya aku punya itu..&lt;br /&gt;Aku punya cinta&lt;br /&gt;Aku berlebih kasih&lt;br /&gt;dan aku berteman baik dengan hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin Tuhan bukanlah murka&lt;br /&gt;Aku yakin Tuhan tidaklah marah&lt;br /&gt;Dia hanya coba ingatkan engkau&lt;br /&gt;Dia hanya coba ingatkan saudara-saudaramu&lt;br /&gt;Kali ini, lewat guncangan dan debur-debur air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mati bukanlah mati&lt;br /&gt;JanjiNya, mereka akan dinikahkan dengan surga&lt;br /&gt;Dan Dia adalah sebaik-baik pemenuh janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulusku untukmu&lt;br /&gt;Sujudku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) RDS, Bandung 17 Januari 2005/07:52am&lt;br /&gt;sekali lagi, untuk Aceh &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115030520930840689?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115030520930840689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115030520930840689&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030520930840689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030520930840689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/06/aceh-dalam-pinta-titik-debu.html' title='Aceh, dalam Pinta Titik Debu'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115030456474510286</id><published>2006-06-14T23:57:00.000+07:00</published><updated>2006-06-15T00:02:44.773+07:00</updated><title type='text'>Milik Siapa?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bahagia1.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="183" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/bahagia1.0.jpg" width="163" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah mungkin&lt;br /&gt;dia hanya kepunyaan langit?&lt;br /&gt;sehingga tak berhak bumi merasa walau setitik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah mungkin&lt;br /&gt;dia hanya milik surga?&lt;br /&gt;sehingga neraka&lt;br /&gt;memang penuh api dan air mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah hujan membawanya kembali&lt;br /&gt;lewat rintik dan derasnya?&lt;br /&gt;akankah mentari mengajaknya serta&lt;br /&gt;lewat sinar terik yang silau?&lt;br /&gt;akankah senja emas juga berusaha&lt;br /&gt;mampirkan dia lewat hadirnya yang singkat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahagia,&lt;br /&gt;milik siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)RDS, 07 Februari 2005/10:33pm&lt;br /&gt;tampaknya, memang hanya milik surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115030456474510286?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115030456474510286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115030456474510286&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030456474510286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030456474510286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/06/milik-siapa.html' title='Milik Siapa?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115030408777240093</id><published>2006-06-14T23:48:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T18:14:56.883+07:00</updated><title type='text'>Cintaku Jauh di Pulau</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/aceh.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/aceh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malam telah datang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;mengecup mentari untuk takluk dan tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;diawali senja yang disertai jingga dan nila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pada langit yang lambat laun berwarna gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oh angin,tolong sampaikan padanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bahwa rindu telah membakarku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bahwa cinta telah merenggut sadarku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bintang, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kumohon..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;temani tidurku dan kawani lelapnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;biarkan kami bertemu dalam mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang kuharap sempurna akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;c) RDS 26 Februari 2006/19:51&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115030408777240093?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115030408777240093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115030408777240093&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030408777240093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030408777240093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/06/cintaku-jauh-di-pulau.html' title='Cintaku Jauh di Pulau'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-115030361938262541</id><published>2006-06-14T23:38:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T18:17:11.986+07:00</updated><title type='text'>Tari Imanjinasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;aku membayangkan hari&lt;br /&gt;dimana aku akan menjadi pengantinmu&lt;br /&gt;berkebaya putih bertaburkan melati&lt;br /&gt;selembut sutera membalut tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memandangmu&lt;br /&gt;berdiri tegap&lt;br /&gt;dengan mata lembutmu&lt;br /&gt;dan bau yang khas&lt;br /&gt;akan kau gandeng tanganku&lt;br /&gt;bersama di hadapan Tuhan&lt;br /&gt;dan 1000 malaikatNya&lt;br /&gt;berjanji untuk saling mencinta&lt;br /&gt;dan mencipta waktu&lt;br /&gt;sampai tiba akhirnya kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka, izinkan imajinasiku menari&lt;br /&gt;dan kuletakkan sekelumit harapanku&lt;br /&gt;dengan sisa-sisa cinta dari masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)RDS 26 Februari 2006/20:02&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-115030361938262541?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/115030361938262541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=115030361938262541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030361938262541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/115030361938262541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/06/tari-imanjinasi.html' title='Tari Imanjinasi'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-114904139705384624</id><published>2006-05-31T09:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:09:04.276+07:00</updated><title type='text'>Tuhan, Hari Ini Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Masih untuk SA..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;(Aku Mencintaimu, Sapardi Joko Damono, Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni, 1989) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;Aku rasa.....&lt;br /&gt;Hari ini aku jatuh cinta..&lt;br /&gt;Kau pasti sudah tau dengan siapa&lt;br /&gt;Dan kenapa dia orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Pada sorot mata semangatnya&lt;br /&gt;Yang tak kenal menyerah walau terluka parah&lt;br /&gt;Pada kesederhanaannya&lt;br /&gt;Yang membuatnya bersahaja&lt;br /&gt;Pada hatinya&lt;br /&gt;Yang lembut namun kuat tertempa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ternyata..&lt;br /&gt;Aku masih bisa jatuh cinta&lt;br /&gt;Kupikir sesaat aku sudah lupa&lt;br /&gt;Bagaimana caranya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;Terima kasih ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;c) RDS, Jakarta 310506 08.45am &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-114904139705384624?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/114904139705384624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=114904139705384624&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114904139705384624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114904139705384624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/05/tuhan-hari-ini-aku-jatuh-cinta.html' title='Tuhan, Hari Ini Aku Jatuh Cinta'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-114898052790051844</id><published>2006-05-30T11:25:00.001+07:00</published><updated>2006-06-10T12:14:09.943+07:00</updated><title type='text'>Gempa, sekali lagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Indonesia, negara yang terletak di lempeng-lempeng bumi Australia dan Pasifik ini, kembali diguncang gempa tektonik. Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya di pagi hari, pukul 5.57. Hanya satu menit, gempa ini meluluhlantakkan ibukota DIY, Bantul, Klaten, Sleman, Kulon Progo. Hampir semua daerah. Juga sampai tulisan ini dibuat, sudah menelan 5.427 korban jiwa. Pastinya akan terus bertambah sejalan dengan proses evakuasi yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang rawan gempa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena terletak di dua lempang terebut, hal ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita saja yang tidak pernah belajar geografi dengan baik. Menanggap ini hanya sebagai salah satu pelajaran sosial di sekolah yang sepele. Padahal, dari situlah kita bisa waspada bahwa gempa bisa terjadi sewaktu-waktu. Tsunami di Aceh, memang sangat mengerikan. Diawali gempa 8,9 skala Richter yang meluluhlantakan daerah Serambi Mekkah yang mematikan 170.000 orang dan menghilangkan 37.000 jiwa, bencana ini menjadi yang terbesar di dunia beberapa tahun terakhir ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka, jangan dianggap enteng. Manusia mungkin sudah lupa, bahwa dia tidak pernah bisa menguasai alam. Alam mestinya ditemani, bukan ditaklukkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-114898052790051844?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/114898052790051844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=114898052790051844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114898052790051844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114898052790051844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/05/gempa-sekali-lagi_30.html' title='Gempa, sekali lagi'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-114853732521573836</id><published>2006-05-25T12:54:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:17:52.296+07:00</updated><title type='text'>Are my parents proud of me?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/parents.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/parents.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Pertanyaan ini tentu saja pernah terbelesit dan ditanyakan oleh seluruh anak di dunia ini. Minimal bagi mereka yang memang menganggap orang tua adalah bagian penting pada hidupnya. Yap, bagi anak yang menganggap orang tua memang penting, pastilah ingin membuat orang tuanya bangga. Tentu saja dengan banyak cara, bisa dengan prestasi yang hebat di sekolah dan di pekerjaan, menuruti semua yang mereka mau atau membelikan mereka barang mewah atau mungkin mengajaknya keliling dunia. Apapun itu, yang diinginkan adalah orang tuanya dapat berkata, wah saya bangga punya anak seperti kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, tapi masalah akan muncul bila ternyata apa yang selama ini kita berikan tidaklah cukup bagi mereka. Juga, bila ternyata permintaan orang tua sangat berbeda dengan kemauan anak. Lantas kemudian, ketika anak memilih jalan hidupnya sendiri, orang tua kadangkala merasa keberatan, lalu marah dan terjadi konflik. Bila hal ini terjadi, anak bisa jadi bertanya kembali, apakah orang tua saya bangga dan bahagia dengan apa yang saya pilih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, sangat penting orang tua bangga dan ridho dengan apa yang kita lakukan. Namun seringkali, hal ini menjadi sulit ketika anak memilih jalan yang berbeda dengan apa yang orang tua mau. Misalnya, ketika sang anak bersikeras menikah dengan jodoh pilihannya, atau ketika anak ingin bekerja di daerah yang jauh. Hambatan-hambatan datang. Mana yang harus kita pilih, kesenangan kita atau kesenangan orang tua? Haruskah kita sebagai anak membuat mereka kecewa dan tidak bangga lagi? Hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sangat penting Romo dan Ibu saya bangga punya anak seperti saya. Walau sering tersandung, puji Tuhan kami masih bisa saling membuat bangga. Saya bangga punya orang tua seperti mereka dan mereka Insya Allah bangga punya anak seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-114853732521573836?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/114853732521573836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=114853732521573836&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114853732521573836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114853732521573836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/05/are-my-parents-proud-of-me.html' title='Are my parents proud of me?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-114474379907264881</id><published>2006-04-11T15:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:20:31.656+07:00</updated><title type='text'>Sempurna.. Semoga</title><content type='html'>&lt;div style="DIRECTION: ltr;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;untuk Saiful Azhari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mencintaimu&lt;br /&gt;mereka harus menjadi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tidak ada yang bisa tahu&lt;br /&gt;cara sempurna mencintaimu&lt;br /&gt;selain aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tidak ada yang bisa mencintaimu&lt;br /&gt;sekeras kepala cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena cintaku padamu tidak pernah sederhana&lt;br /&gt;cintaku bukan api yang membara&lt;br /&gt;bukan air yang mengalir&lt;br /&gt;bukan pula angin yang bertiup&lt;br /&gt;dan tidak berbentuk laksana tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun,&lt;br /&gt;cintaku adalah nafas pagi&lt;br /&gt;yang menghembuskan semangat untuk tak pernah berhenti&lt;br /&gt;cintaku adalah sinar mentari&lt;br /&gt;hangat sinarnya namun tidak membakar&lt;br /&gt;cintaku adalah aroma malam&lt;br /&gt;meneduhkan lelah dan memberikan ketenangan&lt;br /&gt;cintaku adalah debur ombak&lt;br /&gt;berkejar-kejar tak kenal waktu&lt;br /&gt;cintaku adalah salju kutub&lt;br /&gt;dingin dan menuju abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena hanya aku yang tahu&lt;br /&gt;bagaimana caranya mencintaimu&lt;br /&gt;dengan sempurna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) RDS, Jakarta 050306, 2:40am&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-114474379907264881?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/114474379907264881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=114474379907264881&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114474379907264881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/114474379907264881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/04/sempurna-semoga.html' title='Sempurna.. Semoga'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-113699893763296044</id><published>2006-01-11T23:23:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:23:28.190+07:00</updated><title type='text'>Biji hitam bernama kopi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/coffee1_r1_c2.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 179px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 139px" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/coffee1_r1_c2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Terpujilah yang pertama kali menemukan biji kopi, menggerusnya, memberinya gula dan mencampurnya dengan air panas. Kopi, salah satu minuman terdasyat di dunia, yang membuat ribuan orang kaya dibuatnya. Kopi biasanya diminum di pagi hari di sela-sela sarapan, sehabis makan siang untuk mencuci mulut atau sebagai teman rokok. Kadang, kopi juga dinikmati di sore hari dan malam hari saat hang out bersama teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak orang, minum kopi sudah menjadi kebutuhan. Seperti layaknya makan, kopi harus dikonsumsi agar bisa hidup. Mungkin memang tidak seekstrim itu, namun sehari tanpa kopi akanlah terasa hambar. Bagi sebagian yang lain, minum kopi adalah bagian dari sosialisasi. Biasanya, orang-orang nongkrong di cafe ditemani segelas kopi untuk melobi orang-orang yang pontesial untuk menjalani bisnis b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ersama, atau membuat proyek yang menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, siapa yang pertama kali menemukan biji kopi dan dibuat menjadi minuman? Terdapat beberapa versi dalam sejarah mengenai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://coffeetea.about.com/gi/dynamic/offsite.htm?zi=1/XJ&amp;sdn=coffeetea&amp;amp;zu=http%3A%2F%2Fwww.telusplanet.net%2Fpublic%2Fcoffee%2Fhistory.htm"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;siapa yang pertama kali menemukan kopi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Kopi diyakini pertama ditemukan di Caffa, Ethiopia. Ketika itu, seorang penggembala domba bernama Kaldi menemukan domba-dombanya menjadi hiperaktif semenjak mengkonsumsi biji-bijian yang ditemukan liar di tanah. Kaldi kemudian mencoba memakannya sendiri dan menemukan bahwa dirinya menjadi lebih bersemangat setelah itu. Penemuan baru ini sempat dilarang oleh para biksu karena biji sumber hiperaktif ini dianggap buah setan. Namun pada akhirnya, mereka mengijinkan karena biji ini membuat mereka tidak mengantuk di kala sedang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam menakdirkan kopi tumbuh subur di Ethiopia. Selanjutnya, setelah dibawa dan ditanam di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt; semenanjung Arabia dan dilabelkan arabica, jarang orang yang tahu bahwa kopi memanglah asli Afrika. Dahulu, kopi tumbuh subur di daerah Yaman. Suku Galla di Ethiopia sendiri tidak mengkonsumsi kopi sebagai minuman. Mereka menggunakan kopi sebagai makanan di kala kekeringan, dengan membukus biji kopi dengan lemak binatang. Arab dan Turki dicatat sejarah sebagai bangsa pertama yang mengadopsi kopi sebagai minuman. Mereka biasa mencampurnya dengan cengkeh, kayu manis, kapulaga ketika mengolah. Bangsa Arab biasa mengupas bijinya dan mencampurnya dengan air. Bangsa Turki kemudian menemukan cara baru mengolah kopi, yaitu membakarnya dengan api, menghancurkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;nya dan dicampur dengan air mendidih. Itulah cikal bakal pengolahan kopi yang ada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/coffee.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 181px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 181px" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/coffee.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kopi menyebrang ke daratan Eropa dibawa oleh pedagang-pedagang Venezia. Ada masanya, konsumsi kopi sebagai minuman ditentang gereja. Kopi dikatakan minuman setan yang tidak baik dikonsumsi. Kopi kemudian masuk Amerika pad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;a tahun 1700-an dibawa oleh angkatan bers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;enjata Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kopi disajikan dalam berbagai bentuk penyajian, misalnya cappucino, esspresso, latte, kopi susu, atau ice blended. Kopi juga dicampur ke dalam makanan, misalnya kue, cookies atau juga muffin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-113699893763296044?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/113699893763296044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=113699893763296044&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/113699893763296044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/113699893763296044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2006/01/biji-hitam-bernama-kopi.html' title='Biji hitam bernama kopi'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-113341923049257530</id><published>2005-12-01T11:37:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:28:09.073+07:00</updated><title type='text'>Dari Ujung Barat Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/Dawn%20in%20Baiturahman-2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/320/Dawn%20in%20Baiturahman-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Kesampaian juga berkunjung ke daerah paling barat Indonesia. Daerah yang setahun lalu dihempas gempa bumi berkekuatan maha besar dan disapu tsunami dengan kerasnya. Hancur-lebur melanda beberapa kabupaten di Aceh, seperti Meulaboh, Aceh Besar, Aceh Jaya dan tentu saja Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara geografis, Aceh memang terletak di antara pegunungan dan samudra. Bukit Barisan yang melintang dari Aceh sampai Lampung, dipadukan dengan samudra Hindia di arah utara dan barat. Aceh juga diapit selat Malaka dari arah timur dan Sumatra Utara dari selatan. Pemandangan pantainya pun tidak kalah cantik dari Bali atau Pantai Selatan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;Dimulai dengan gempa yang diiringi dengan tsunami, Aceh diluluhlantakkan. Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter selama 15 menit, menghancurkan beberapa kabupaten. Selang 15 menit setelahnya, ketika &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt; akan gempa belumlah usai, tiba-tiba air bah datang dari laut setinggi hampir dua kali pohon kelapa menghempas apapun yang dilaluinya. Anak-anak kecil yang sedang berlarian dan mengambil ikan di laut adalah korban pertamanya. Langkah-langkah mereka yang kecil tidak kuasa berlomba dengan cepatnya gelombang yang datang bertubi-tubi. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Lhoksumawe adalah daerah-daerah yang hancur dihempas mesin penghancur tsunami. Setelah setahun, pembangunan memang mulai dilakukan. Namun masih sekitar 600ribu orang yang masih tinggal di tenda pengungsian, tinggal di bawah seng atau terpal, berteman hujan dan panas. PR pemerintah masihlah banyak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-113341923049257530?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/113341923049257530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=113341923049257530&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/113341923049257530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/113341923049257530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/12/dari-ujung-barat-indonesia.html' title='Dari Ujung Barat Indonesia'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112919737919232316</id><published>2005-10-13T16:32:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:31:20.126+07:00</updated><title type='text'>Apa saja kerja pemerintah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Sekedar tulisan, silakan dipersepsi apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di benak SBY ketika jadi menaikkan BBM sampai dengan lebih dari 100% sebelum Ramadhan tiba? Apakah memang disengaja untuk menghindari demonstrasi besar-besaran dan mengambil momentum yang katanya Ramadhan harus dilalui dengan tenang? Bisa jadi. Yang pasti, banyak orang menyayangkan kenapa SBY tidak menunggu sampai awal tahun depan, atau minimal sampai habis lebaran lah. Lebaran, tanpa diembel-embeli dengan naiknya BBM, toh harga-harga sudah mulai melambung. Bila ditambah, entahlah apa jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila juga, ketika minyak tanah yang notabene adalah 'bahan bakar' sehari-hari bagi rakyat miskin naik dari 700 perak ke angka 2000. Itu angka resmi dari pemerintah. Tapi faktanya, di pasar, rakyat mendapatkan minyak tanah dengan harga sampai dengan 3500 per liternya. Hm, bahkan Gas Elpiji yang dikonsumsi orang-orang menengah ke atas pun langka di pasaran. Jikalau ada, harganya bisa sampai 80.000 per tabung. Boker keluar duit?? Dan hebatnya lagi, seorang menteri bermulut harimau pun bilang, jangan pakai gas elpiji bila memang tidak mampu beli. Hm, turun saja Pak, bunuh diri seperti menteri-menteri di Jepang dan biarkan kami menyediakan pisaunya. Tidak punya empati, janganlah jadi menteri!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edannya lagi, pemerintah sekarang ini pastilah telah menjadi saksi naiknya BBM di era Soeharto dan yang pasti Megawati. Tapi kenapa tidak pernah belajar untuk meminimalisasi dampak dari naiknya harga BBM tersebut? Kenapa tidak jauh-jauh sebelumnya, pemerintah berusaha mensosialisasikan kenapa BBM harus naik, jalan-jalan ke kampung dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi. Lalu, kenapa tidak dipanggil para Pemda agar mempersiapkan dengan baik naiknya harga BBM, dalam hal ini misalnya saja berdiskusi jauh-jauh hari dengan para pengusaha angkot dan bis kota untuk bersama-sama menentukan berapa banyak tarif yang harus dinaikkan? Bangsa ini memang tidak pernah belajar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika yang miskin tambah miskin, pemerintah tidak berbuat sesuatu yang signifikan. 100.000 subsidi? Untuk apa? Biaya makan? Biaya sekolah? Biaya listrik? Hm, tampaknya ko sedikit sekali. Berkelit di balik harga BBM dunia yang terus naik, memang harga minyak di dalam negeri haruslah ditambah. Namun, jangan salah, negeri ini paling senang korupsi. Jadi, harga minyak boleh naik, namun rakyat tidak pernah mendapat keuntungan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, apakah tidak malu terhadap rakyat yang makin tidak bisa makan? Apakah tidak malu terhadap korban busung lapar?? Hm, tampaknya mungkin tidak. Maka, dengan rendahnya kualitas hidup di Indonesia saat ini, masih bisakah 20 lagi aku menceritakan Indonesia kepada anak-anakku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mari sumbangkan uang anda ke Dompet Duafa (BCA no. 2373006343), setidaknya, mereka menyediakan warung murah yang menjual makanan 1000 rupiah dan bis gratis Pulo Gadung-Blok-M. Mari lakukan yang kita bisa, dan menjadi bagian dari solusi. Karena menunggu pemerintah memang tidak pernah ada hasilnya. Salam!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112919737919232316?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112919737919232316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112919737919232316&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112919737919232316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112919737919232316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/10/apa-saja-kerja-pemerintah.html' title='Apa saja kerja pemerintah?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112850709716484918</id><published>2005-10-05T16:45:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:34:05.793+07:00</updated><title type='text'>Bom, an never ending story</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;karena bom meledak di kota-kotanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Bom meledak lagi. Kali ini Bali kembali menjadi korbannya. Sudah 2 kali, tampaknya belumlah bosan pengebom itu meledakkan bom-bom di Indonesia. Berbeda dengan ledakan tahun 2003 yang memakai hulu ledak jarak jauh, ledakan kedua ini memakai orang sebagai mortirnya (baca: bom bunuh diri). Hm, semakin seru memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom-bom ditanam 3 tempat dan meledak di waktu yang hampir bersamaan. Dua di Jimbaran dan 1 di Kute Town Square yang sampai hari ini menewaskan sekitar 22 orang (ada yang bilang 26). Bukan dilihat dari jumlah yang mati, tapi lebih kenapa bom itu diledakkan? Tidak adakah cara lain untuk mengungkapkan ekspresi ketidaksukaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan itu Mahabesar, Mahabisa apa saja. Tidak perlu bantuan manusia untuk menunjukkan kasih, atau menunjukkan murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, yang meninggal juga toh rakyat sipil. Mereka pasti berdosa, tapi siapakah yang tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tampaknya, belumlah akan berhenti meledak..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:verdana;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112850709716484918?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112850709716484918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112850709716484918&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112850709716484918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112850709716484918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/10/bom-never-ending-story.html' title='Bom, an never ending story'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112839728350859724</id><published>2005-10-04T10:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:36:21.240+07:00</updated><title type='text'>IzinMu pintaku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;izinkan aku mencintaMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;pada bulan yang Kau bilang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lebih mulia daripada 1000 yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;izinkan aku mencanduMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dengan dosa-dosaku yang setinggi langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berharap kasihMu dapat meleburnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;izinkan aku mencumbuMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dalam lirih doa-doaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lewat tetesan-tetesan air mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dalam tawa-tawaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;juga lewat hembus nafasku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;izinkan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;memintaMu menemani kembaraku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ramadhan kali ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;C)RDS, Jakarta 041005 8.12am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dalam perjalanan menuju kebayoran..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112839728350859724?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112839728350859724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112839728350859724&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112839728350859724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112839728350859724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/10/izinmu-pintaku.html' title='IzinMu pintaku'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112783963652017517</id><published>2005-09-27T23:43:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:38:09.330+07:00</updated><title type='text'>Chatting?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a href="http://messenger.yahoo.com/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;YM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; a.k.a. Yahoo Messenger, MSN, IRC atau ICQ sekarang ini bukan hanya dikenal sebagai alat chatting, tapi sudah menjadi alat komunikasi yang umum di sebuah komputer. Biasanya alat-alat chatting ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang kerap online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya semua hal yang mempunyai dua sisi mata uang, YM bisa menjadi positif atau negatif. Dalam konteks pekerjaan, misalnya di suatu kantor yang terdiri beberapa orang sampai ribuan orang, YM bisa menjadi alat yang efektif untuk berkomunikasi karena akan menghemat waktu dan bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan. Misalnya saja, tidak perlu menelpon ke bagian lain untuk menyampaikan suatu hal, tapi cukup lewat YM sembari bisa mengerjakan hal lainnya di layar komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, untuk beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang dan perlu memonitor banyak isu, YM adalah cara yang cukup murah untuk berhubungan dengan dunia luar kantor. Misalnya saja, saya tahu ada bom Kuningan setelah mendapat kabar dari seorang teman di bilangan Casablanca sebelum Detik.com menerbitkan kejadiannya. Seperti dalam kasus firma public relations, kadangkala klien dan teman wartawan juga bisa ditemui di YM yang memudahkan kita berdiskusi tanpa perlu menelpon atau bertemu meeting. Bahkan tidak jarang, YM dapat menjadi cara conference yang efektif, apalagi bila ada partisipan yang tinggal di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kenapa YM harus dibann? Berkenaan dengan efektivitas pekerjaan? Ah, kenapa tidak dibuat saja peraturan daripada harus melarang orang-orang berkomunikasi? Bisa jadi setelah ini tagihan telepon semakin banyak :P Hehhe, yah semua hal memang ada konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara belum dilarang, maka manfaatkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112783963652017517?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112783963652017517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112783963652017517&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112783963652017517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112783963652017517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/09/chatting.html' title='Chatting?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112749987246544193</id><published>2005-09-24T00:58:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:40:24.460+07:00</updated><title type='text'>Senja emasku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;matahari terbenam, hari mulai malam. terdengar burung hantu, suaranya merdu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah baris lagu Matahari Terbenam (entah benar atau tidak judulnya dan entah siapa pengarangnya). Pastinya, aku adalah pecinta senja, beberapa jenak sebelum matahari kembali tidur di balik ufuk barat. Menurutku, itulah keadaan terindah langit. Pernahkah kau tak sengaja melihat langit, tepat di ujung sore dan di awal malam. Mungkin sekitar jam 5 sore. Jika kau beruntung, kau akan lihat semburat nila bercampur oranye tembaga keemasan menghiasi birunya langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, kita memang selalu bertemu senja, bahkan ketika saat hujan turunpun di saat langit gelap. Namun, campuran sempurna antara nila dan oranye tembaga keeamasan tidak setiap hari dapat kau lihat. Hanya ketika kau beruntung, kadangkala begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip Seno Gumira*, &lt;em&gt;setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama. Senja begitu cepat berubah, memberikan pesona yang menghanyutkan, sebentar, lantas meninggalkan bumi dalam kelam. Senja begitu indah, tapi begitu fana -- apakah segala sesuatu dalam kehidupan memang hanya sementara?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan aku mulai memperhatikan senja, yang memang tidak pernah setia. Mampir sebentar, memberikan keindahan yang nyaris sempurna, namun cepat menghilang. Maka, bila kau belum pernah sejenak memperhatikan senja, lihatlah langit jam 5 besok sore. Kau akan temukan senja emasku, bila kau beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*dari Jazz, Parfume dan Insiden; salah satu karya terbaik Seno Gumira Ajidarma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112749987246544193?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112749987246544193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112749987246544193&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112749987246544193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112749987246544193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/09/senja-emasku.html' title='Senja emasku'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112704707017379749</id><published>2005-09-18T19:20:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:41:59.766+07:00</updated><title type='text'>Pekerjaan domestik rumah tangga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;Iya, pekerjaan domestik rumah tangga. Mencuci, menyetrika, memasak, menyapu dan mengepel lantai adalah beberapa dari pekerjaan domestik rumah tangga. Masih menjadi bahasan yang menarik, karena pekerjaan-pekerjaan ini tidaklah mudah, namun harus ada melakukannya. Dalam suatu rumah tangga, seringkali pendapat umum mengatakan, bahwa pekerjaan domestik rumah tangga adalah pekerjaan perempuan (baca: ISTRI, anak perempuan) namun bukanlah dipersepsi secara umum sebagai pekerjaan laki-laki (baca: SUAMI, anak laki-laki) atau pekerjaan non-gender (terserah dirimu lelaki atau perempuan, tapi kerjakan saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Dan apakah benar bahwa pekerjaan-pekerjaan itu adalah pekerjaan perempuan, seperti yang selama ini terjadi di sebagian besar masyarakat? Kita lihat saja dari keluarga kita sendiri. Yang biasanya terjadi, ibu mengerjakan semua hal tersebut (atau dibantu pembantu dan anak perempuannya). Mulai dari bangun pagi sampai dia menutup mata. Belum lagi, mendidik anak juga merupakan pekerjaan ibu atau istri. Pokoknya suami harus terlindung dari pekerjaan sedemikian, kadangkala malah merasa hina bila harus mengerjakan hal-hal tersebut. Belum lagi, ibu atau istri yang bekerja tidak lantas otomatis terbebas dari pekerjaan itu. Pulang kerja, masih harus lagi memasak atau menyetrika baju hasil cucian pagi harinya. Jadi, kadangkala, perempuan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, jangankan untuk creambath atau spa, membaca koran dan menonton televisi lama-lama menjadi barang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tidak ada peraturan tertulis atau undang-undang yang mengatakan bahwa pekerjaan domestik adalah pekerjaan perempuan. Perempuan bermitra kerja dengan laki-laki di dalam perjanjian bernama rumah tangga bukan untuk menjadi pembantu, misalnya, mencucikan baju suami atau memasak setiap hari. Tapi yang pasti, untuk bermitra. Mitra berarti tidak ada subordinat, karena "saham" dalam rumah tangga mestinya dimiliki secara adil oleh orang-orang yang secara sadar saling mengikatkan diri. Pekerjaan domestik mestinya juga menjadi tanggung jawab laki-laki (baca: SUAMI atau anak laki-laki) yang harus dibagi secara jelas siapa mengerjakan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, dengan jelas Rasul Muhammad mencuci bajunya sendiri, kadang memasak untuk isteri dan anaknya, dan tidak marah-marah bila kemalaman tidak dibukakan pintu karena sang isteri sudah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;..karena pekerjaan domestik semestinya dikerjakan bersama..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112704707017379749?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112704707017379749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112704707017379749&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112704707017379749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112704707017379749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/09/pekerjaan-domestik-rumah-tangga.html' title='Pekerjaan domestik rumah tangga'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112661706589247996</id><published>2005-09-13T20:00:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:45:08.500+07:00</updated><title type='text'>HTS*</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hubungan Tanpa Status, kebanyakan orang pasti tahu apa itu. Yah begitulah, itu berhubungan dekat dengan seseorang atau beberapa orang, tanpa embel-embel apa-apa (sahabat, suami, pacar, atau teman dekat). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hubungan itu, tidak bisa lagi dikategorikan sebagai teman, biasanya pasti lebih dari teman; tapi bukan juga pacaran, karena biasanya ga ada yang nyatain dan ga ada yang nerima/nolak seperti pacaran yang dipersepsi oleh orang-orang kebanyakan. Di dalamnya, juga dihiasi perasaan-perasaan berbau-bau sayang atau cinta, sedih bila dia pergi, senang bila dia ada. Perasaan-perasaan semacam itu lah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Namun, kenapa orang memilih HTS? Tidak berusaha saja diresmikan atau disesuaikan dengan standar-standar yang dimiliki masyarakat? Bisa jadi, karena lawan hubungannya sudah resmi dengan orang lain (baca: Selingkuhan), karena tidak mau ada komitmen, atau tidak ada alasan apa-apa, merasa dekat dan cocok, tapi tidak juga mau menjadi "formal". Atau mungkin ada alasan lain? Monggo saja, toh ini negara merdeka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Selama tidak merugikan kedua belah pihak, aku rasa sah-sah saja. Tinggal bagaimana kita memanajemen perasaan agar tidak sedih atau kehilangan ketika dia tidak ada, atau mungkin, ketika hubungan itu harus berakhir..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;HTS memang punya kenikmatan tersendiri. Coba saja kalau berani :P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112661706589247996?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112661706589247996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112661706589247996&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112661706589247996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112661706589247996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/09/hts.html' title='HTS*'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112584224719415690</id><published>2005-09-04T20:35:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T12:47:48.603+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan blues</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kembali lagi merasakan sebuah sindrom yang pernah dialami beberapa waktu yang lalu, yaitu pernikahan &lt;em&gt;blues*. &lt;/em&gt;Hm, begitu banyak teman-teman yang tumbang satu persatu karena telah masuk ke dunia pernikahan. Bahkan di antaranya telah hilang ditelan bumi karena sudah tidak bisa lagi diganggu karena sudah mempunyai anak. Memang, tambah dewasa, tambah tidak punya teman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Mengapa pernikahan &lt;em&gt;blues?&lt;/em&gt; Padahal, aku tahu dengan pasti, aku belum ingin menikah sekarang. Hari Gini??**. Orang-orang berkata, mungkin belum ketemu aja orangnya. Bisa jadi begitu, tapi memang bukan hanya itu alasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Namun yang jelas, aku mulai berpikir. Apakah memang diciptakan pria keparat yang luar biasa itu?***. Yang bisa membuat aku percaya, bahwa dia akan mencintaiku sepanjang waktu, bahwa dia tidak akan menyakiti aku. Di tengah gelombang dunia patriarki, adakah juga pria yang mampu memanajemen egonya dan mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga? Agak sangsi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka, aku hanya mensyukuri bilamana teman-temanku sudah bertemu belahan jiwa dan belahan pantatnya. Sedangkan, biarkan pernikahan &lt;em&gt;blues&lt;/em&gt; ini aku nikmati sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;*istilahnya Tami, seorang sahabat yang pernah tidak beruntung di pernikahannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;**meminjam kata dari iklan provider Fren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;***istilahnya Feby, sahabatku yang lain lain yang sedang berjuang dalam hubungan terakhirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112584224719415690?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112584224719415690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112584224719415690&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112584224719415690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112584224719415690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/09/pernikahan-blues.html' title='Pernikahan blues'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112324432173429008</id><published>2005-08-05T18:01:00.000+07:00</published><updated>2005-09-04T20:23:16.820+07:00</updated><title type='text'>Dilarang miskin di Jakarta!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Akhir-akhir ini, betapa mirisnya melihat pemberitaan-pemberitaan di surat kabar ibukota, yang memberitakan cerita rakyat miskin di Jakarta. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah miskin sengsara pula, mungkin kata-kata itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sebutlah Zulkifli, bayi mungil prematur yang mengalami kelahiran kuning. Ayah ibunya berkeliling kota Jakarta selama 11 jam ke enam rumah sakit yang berbeda mohon agar anaknya dapat dirawat. Alhasil, sebelum maut menjemput, ada rumah sakit yang mau merawat, itupun setelah ayahanda Zul mengumpulkan sejumlah uang yang sudah habis untuk keliling Jakarta memakai taksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Cerita Zul adalah 1 dari ribuan bahkan trilyunan cerita rakyat miskin di Jakarta, apalagi kok di Indonesia. Belumlah lagi cerita yang tidak ter&lt;em&gt;blowup &lt;/em&gt;di media. Hebatnya, yang kaya juga semakin bertambah. Atau minimal, mencari cara agar semakin cara. Lihat saja anggota DPR yang minta naik gaji, padahal, kalau melihat hasil pekerjaannya, mereka mestinya malu minta naik gaji. Atau para koruptor yang sudah makin menjadi industri di negara ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Ironi dan paradoks memang membangun dunia. Mari menjadi bagian daripadanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112324432173429008?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112324432173429008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112324432173429008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112324432173429008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112324432173429008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/08/dilarang-miskin-di-jakarta.html' title='Dilarang miskin di Jakarta!'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112260875133620495</id><published>2005-07-29T10:20:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T19:09:58.233+07:00</updated><title type='text'>Hukuman mati (a.k.a. death penalty)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bila pernah melihat A Life of David Gale, pasti akan termangu melihat perjuangan para aktivis penentang hukuman mati itu. Clearance sampai harus membunuh dirinya sendiri dengan cara menelenjangi dirinya, memborgol tangannya, menutup mukanya dengan plastik, menggelepar di lantai dapurnya, mati karena kehabisan nafas. Setelah itu, tuduhan membunuh melayang ke David Gale, yang cairannya ditemukan di dalam tubuh Clearance. Maka, David dituduh sebagai pemerkosa dan pembunuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Seorang jurnalis pada akhirnya mewawancara David Gale 4 hari menjelang hukuman mati. Pada akhirnya, tepat di menit Gale meninggal, jurnalis tersebut menemukan bahwa Gale tidak membunuh Clearance, namun dia ingin menunjukkan pada dunia, bahwa bahkan pemerintah dapat salah menghukum mati orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Maka, mengapa ada hukuman mati? Bahkan ada agama yang memang melegalkan itu dengan segenap kontroversi. Apakah memang hidup terlalu berharge sehingga tidak boleh diakhiri sebelum akhirnya, apapun alasannya, apapun caranya, dalam konteks apapun? Hmm.. sampai saat ini, bukan hanya hukuman mati yang menjadi isu, tapi juga aborsi dan eustanasia (suntik mati). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kembali kepada hukuman mati. Aku percaya, bahwa memang hidup tidak boleh diakhiri sebelum waktunya. Mestinya ada cara hukum lain yang bisa dilakukan, selain mematikan seseorang. Ketika zaman Muhammad dulu, ketika ada pasangan yang dihukum dera karena ketahuan zina, langkah ini dilakukan untuk membuat jera orang-orang sehingga tidak memilih untuk berbuat zina. Entah apakah langkah ini efektif atau tidak dalam mengurangi perzinahan zaman itu. Toh, tidak mudah suatu hukuman mati dilakukan. Hukum dera ini harus melalui bukti dan saksi yang akurat untuk dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Jadi, kalau tuhan memang juga menghargai nyawa manusia, kenapa hukuman mati juga masuk dalam satu metode hukumannya kepada manusia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;*aku berlindung dari ketidaktahuanku*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112260875133620495?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112260875133620495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112260875133620495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112260875133620495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112260875133620495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/07/hukuman-mati-aka-death-penalty.html' title='Hukuman mati (a.k.a. death penalty)'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-112246135696193599</id><published>2005-07-27T17:33:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T09:12:48.690+07:00</updated><title type='text'>Sex sebelum menikah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mari sedikit bicara sedikit soal SEX (sengaja ditulis dengan huruf besar agar mudah dibaca dan tidak salah :)), hal yang katanya tabu tapi memang sangat nikmat dilakukan dan membuat ketagihan. Bahkan lebih dari minum kopi yang sarat kafein atau merokok yang sarat nikotin. Mungkin itulah dia, kenapa tuhan sepertinya melarang-larang hamba-hambanya yang mengaku beriman kepadanya untuk menjauhi SEX sebelum menikah.. (walla taqrobu zina -- janganlah kamu mendekati zina). Hehehe, maaf ya tuhan, ternyata memang tidak mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku sebagai pecinta kopi bahkan tidak menyangkal bahwa candu SEX lebih gila dari candu kafein, padahal cafein mengalir dalam darah dan SEX tidak. Pada awalnya, mungkin hanya coba-coba, pegangan tangan misalnya. Terus selanjutnya mencium dahi. Sesudah dahi, pergi ke pipi. Dari situ, bisa jadi terus ke bibir, dan selanjutnya, bila memang nikmat, silakan bayangkan sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Pasalnya, bila melakukan itu semua harus menikah, betapa sulitnya :D menemukan pasangan yang pas saja sulit, belum lagi segala tetek bengek pernikahan dan tanggung jawab yang mengikuti status menikah itu :D Ribet memang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku sedikit banyak berpikir kenapa tuhan melarang mendekati zina,bukan langsung melarang zina itu sendiri. Mendekati pun tidak boleh katanya. Bisa jadi, karena itu candu, maka orang tidak akan pernah kapok, sehingga bisa jadi orang akan susah berhenti. Toh SEX itu memang seperti makan, kenyang sebentar, lalu lapar dan ingin serta butuh makan lagi. Orang seringkali tidak bisa menerima resiko dari SEX itu tadi, hamil misalnya. Akan banyak bayi yang lahir tanpa status anak yang jelas (anak siapa ya?). Umat bisa jadi resah.. D'oohh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;SEX memang banyak jebakannya :D (got to trust me on this :P). Then, it's up to you, as long as you are responsible for everything you do. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-112246135696193599?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/112246135696193599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=112246135696193599&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112246135696193599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/112246135696193599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/07/sex-sebelum-menikah.html' title='Sex sebelum menikah'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111952468749843340</id><published>2005-06-23T17:43:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T17:28:23.736+07:00</updated><title type='text'>Are you afraid to express your feeling?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertanyaan itu kembali aku tujukan kepada para kaum Adam yang seringkali tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Seringkali, melihat laki-laki datar dan bermuka sama dalam menghadapi segala situasi. Muka mereka datar ketika senang, juga datar ketika sedih. Atau, kalaupun ada ekspresi yang terlihat, itu juga ekspresi seadanya. Seringkali, tidak terlihat kerling-kerling di mata-mata mereka, padahal baru saja mendapatkan hal-hal yang menyenangkan. Apalagi kok air mata ketika kesedihan sedang mendatanginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ada suatu kejadian lucu di kampus dulu. Seorang teman laki-laki yang mendatangiku dengan air mata kemarahan di matanya. Wi, aku butuh ditemani, tapi jangan bilang aku banci ya. Hm, ternyata itu salah satu alasan logisnya. Mereka takut dibilang banci ketika menangis atau berjingkrak kegirangan. Ekspresi perasaan yang paling juga sulit dikeluarkan adalah rasa cinta atau sayang. Sepertinya hal inilah yang banyak dikeluhkan kaum perempuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Buat perempuan, yang konon berasal dari Venus, sangat penting perasaan itu diekspresikan, dengan senyum, tawa, kata-kata, jeritan, tangis, bahkan cubitan, pelukan, atau apalah. Dan tentunya butuh pengulangan. Buat laki-laki, bangsa Mars itu, tampaknya hal ini aneh. Mereka hanya senang mengatakan hal beberapa kali saja. Bahkan terkadang, sangat susah mengatakan hal-hal yang ada di hatinya, walau itu benci sekalipun. Hm, bukankah menyenangkan menjadi ekspresif?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Toh aku lebih senang berteman dengan pria ekspresif, tercermin dalam kata, pemikiran dan perbuatan. Seringkali membuat hidup lebih mudah :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;So Guys, Dare You?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111952468749843340?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111952468749843340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111952468749843340&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111952468749843340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111952468749843340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/06/are-you-afraid-to-express-your-feeling.html' title='Are you afraid to express your feeling?'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111936272084779896</id><published>2005-06-21T20:44:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T16:00:15.856+07:00</updated><title type='text'>Berteman dengan pria beristeri</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Lagi, sebuah episode hidup yang tak kunjung selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Berteman, memang bisa dengan siapa saja yang kita sukai, bahkan pada suatu ketika, bisa jadi kita berteman dengan orang atau hal-hal yang tidak kita sukai. Namun biasanya ini terjadi ketika tidak ada lagi hal atau teman yang kita sukai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sebutlah 'Senior' di Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Demam internet baru melanda waktu itu, ketika orang-orang sangat ketagihan beremail-email ria atau chatting di IRC. Awalnya hanya bertegur sapa, sampai merasa nyaman dan berlanjut di email-email yang sehari bisa tujuh kali. Siapa yang tidak suka mendapat email di inboxnya, bertukar pikiran, bertukar pengalaman, saling menguatkan atau mentertawakan dan lama-lama saling juga bertukar hidup. Tidak lebih. Toh keduanya memang menjaga diri dengan baik untuk tidak tergoda ataupun saling menggoda. Mereka sama-sama berpikir, tidak ada bahayanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Namun, katanya, memang tidak mudah berteman dengan orang yang sudah punya pasangan (baca:menikah), apalagi kalau mereka adalah lawan jenis. Sayangnya, hal ini diperburuk dengan kultur orang Indonesia yang benar-benar tidak bertoleransi akan hubungan pertemanan dengan lawan jenis yang sudah menikah. Akan banyak kecurigaan terjadi, biarpun bila pertemanan itu murni berteman dan tidak disertai dengan rasa-rasa yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sudah pernah ditawarkan sebuah hubungan pertemanan keluarga, tidak hanya berteman dengan suaminya, tapi juga isteri dan anaknya. Tapi memang orang Indonesia, hal ini pastilah dianggap sebagai hal yang tidak mungkin. Bisa membuat masalah lah, bisa membuat fitnah lah, sebut saja alasan-alasan bodoh lainnya. Padahal, buat aku, menikah bukan berarti kehilangan teman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Maka, bersyukurlah bila bisa berteman dengan lawan jenis yang sudah menikah tanpa harus sembunyi-sembunyi dan takut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111936272084779896?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111936272084779896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111936272084779896&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111936272084779896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111936272084779896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/06/berteman-dengan-pria-beristeri.html' title='Berteman dengan pria beristeri'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111777484267353745</id><published>2005-06-03T12:00:00.000+07:00</published><updated>2005-06-21T21:08:17.866+07:00</updated><title type='text'>Red Tulips</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/tulips1.jpg"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #006600 2px solid; BORDER-TOP: #006600 2px solid; MARGIN: 2px; BORDER-LEFT: #006600 2px solid; BORDER-BOTTOM: #006600 2px solid" src="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/tulips1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/3.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Red tulips &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" alt="Posted by Hello" src="http://photos1.blogger.com/pbh.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tulip, terpujilah Tuhan penciptanya. Salah satu bunga yang menurut aku diciptakan sempurna oleh Tuhan. Aku pertama kali melihat, memegang dan menciumnya, ketika aku berada di Swedia, April 2003 tahun lalu. Tulip yang aku tahun tumbuh subur di Belanda, negara kincir angin itu. Namun sebenarnya, Tulip berasal dari Timur Tengah, daerah Turki &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.answers.com/topic/tulip"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;http://www.answers.com/topic/tulip&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt; Tulip dibawa ke Eropa pada abad 16. Dalam literatur awal bahasa Inggris, Tulip ditulis sebagai &lt;em&gt;Tulipa&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Tulipant; &lt;/em&gt;dalam bahasa Perancis, &lt;em&gt;Tulipe&lt;/em&gt;; dalam bahasa Latin, &lt;em&gt;tulīpa;&lt;/em&gt; dalam bahasa Turki, &lt;em&gt;tülbend.&lt;/em&gt; Orang-orang Turki, negara yang dipercaya sebagai asal bunga Tulip menyamakannya dengan sorban, karena di saat mekar, kelopak bunga tulip tampak seperti sorban. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Tulip ditemukan hampir pada semua warna, kecuali biru dan hitam. Tulip tumbuh subur di daerah Timur Tengah pada bulan November sampai Mei, sedangkan untuk Tulip di Eropa, subur pada bulan Januari sampai April. Dalam bahasa Victoria, Tulip merah seperti halnya Mawar merah adalah sebuah pengakuan cinta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Bagi bangsa Iran dan Turki, Tulip adalah bunga nasional mereka, walaupun Tulip memang tumbuh subur di Belanda. Tulip berasal dari divisi Magnoliophyta, kelas Liliopsida, orde Liliales, dan keluarga Liliaceae. Sayang sekali, Tulip tidak tumbuh di Indonesia, padahal bunga ini tidak kalah cantiknya dengan mawar atau daisy. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111777484267353745?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111777484267353745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111777484267353745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111777484267353745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111777484267353745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/06/red-tulips.html' title='Red Tulips'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111745449771792937</id><published>2005-05-30T19:01:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T16:13:31.583+07:00</updated><title type='text'>Scudetto ke-28</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/scudeto1-alex.jpg"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #006600 2px solid; BORDER-TOP: #006600 2px solid; MARGIN: 2px; BORDER-LEFT: #006600 2px solid; WIDTH: 321px; BORDER-BOTTOM: #006600 2px solid; HEIGHT: 234px" height="217" src="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/scudeto1-alex.jpg" width="319" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;Il Capitano, when Juventus gained its 28th scudetto. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" alt="Posted by Hello" src="http://photos1.blogger.com/pbh.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Akhirnya! Setelah dikalahkan Liverpool dan gagal masuk Final Champion 2005 (AGAIN), &lt;/span&gt;&lt;a href="http://juventus.com"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Juventus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt; tidak memepermalukan dirinya sendiri dengan menjadi Scudetto di Liga Seri A Italia. Scudetto diraih sebelum Juventus bertanding di pertandingan terakhir melawan Cagliari, karena beberapa hari sebelumnya, Milan hanya seri bermain dengan Palermo. Toh, pada akhirnya, Milan pun gagal mendapatkan gelar Juara Champion karena kalah pada duel penalti melawan Liverpool. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Pada liga italia musim ini, persaingan ketat antara Juventus dan Milan terus berlangsung sampai minggu terakhir sebelum musim berakhir. Kebanyakan orang menebak, keduanya harus menempuh play off untuk menentukan siapa yang berhak menggondol jabatan scudetto. Namun, bye bye Milan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Tanpa gelar ya? Ehm, ehm..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Yah, toh Juventus masih membuktikan dirinya paling baik di Italia. Semoga tahun depan bisa unjuk gigi di Eropa. Bravo Bianconerri!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111745449771792937?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111745449771792937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111745449771792937&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111745449771792937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111745449771792937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/scudetto-ke-28.html' title='Scudetto ke-28'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111738041025839425</id><published>2005-05-29T22:23:00.000+07:00</published><updated>2005-05-29T22:29:10.946+07:00</updated><title type='text'>Akhir juga milik Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Tragis.&lt;br /&gt;Itulah yang tepat diucapkan ketika melihat perjuangan Kimi Raikkonen hari Minggu ini. Kemenangan yang telah di depan mata kandas begitu saja. Semenjak masuk pitstop beberapa lap sebelum masuk garis akhir, tampaknya tejadi kekacauan pada sistem rem mobilnya. Aku tidak terlalu ngerti, yang pasti, aku melihat rodanya oglek-oglek seperti tidak di spooring &amp;amp; balancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan sengit antara The Ice Man dan Fernando Alonso, tadinya berselang lebih dari 5 detik, sampai akhirnya pada 4 detik lebih. Aku sudah menebak, sepertinya Kimi tidak akan masuk garis akhir. Toh, pada akhirnya, satu putaran sebelum masuk garis... kandas... rodanya terlepas dari as nya, yang menyebabkan mobilnya berputar tidak jelas dan keluar jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkan kembali, bahwa sekeras apapun manusia berusaha, Tuhan pula yang menentukan akhirnya. Takdir memang interaktif, toh apa keputusan Tuhan, Dia juga melihat usaha kita. Aku percaya, takdir itu seperti gelas. Kontribusi manusia dan Tuhan untuk mengisi gelas itu. Kadang Tuhan sudah mengisinya penuh, sehingga tak perlu susah payah untuk mendapatkan sesuatu. Kadang Tuhan mengisi ¾, kadang ½ dan kadang hanya sedikit. Yang pasti, tidak hanya Tuhan yang menentukan takdir, tapi juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, ada 4 hal yang Tuhan sudah tentukan, yaitu hidup, rejeki, jodoh dan mati. Aku sepakat pada kata hidup dan mati, kita tidak pernah minta untuk hidup dan kita tidak akan tahu kapan kita mati. Persoalan rejeki, memang setiap orang sudah punya porsi, tapi toh tak akan jatuh dari langit. Harus dicari, harus diperjuangkan, harus diraih. Begitu pula jodoh (dalam konteks ini tidak hanya jodoh dalam konteks perempuan dan laki-laki, tapi juga dalam hal pertemanan, pekerjaan dan lain sebagainya). Bila tidak diperjuangkan, tidak akan dapat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, semoga saja Kimi bisa berjuang melawan rasa sedihnya hari ini, seperti halnya Dewi yang sedang melawan gundah gulana yang kembali menjadi teman baiknya akhir-akhir ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111738041025839425?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111738041025839425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111738041025839425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111738041025839425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111738041025839425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/akhir-juga-milik-tuhan.html' title='Akhir juga milik Tuhan'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111725224725989545</id><published>2005-05-28T10:50:00.000+07:00</published><updated>2005-05-28T10:57:07.913+07:00</updated><title type='text'>Bola Gelinding</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/dadang4F8F2580-b1.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #006600 2px solid; BORDER-TOP: #006600 2px solid; MARGIN: 2px; BORDER-LEFT: #006600 2px solid; BORDER-BOTTOM: #006600 2px solid" src="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/dadang4F8F2580-b1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gelinding Bola Coca-Cola &lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" alt="Posted by Hello" src="http://photos1.blogger.com/pbh.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Foto ini diambil oleh Mas Dadang dari Reuters, pada acara gelinding bola Coca-Cola 13 Maret 2005. Inilah hebatnya sebuah cara berdagang kapitalis besar yang telah eksis di dunia lebih dari 100 tahun dan di Indonesia, lebih dari 70 tahun. Siapa yang tidak kenal Coca-Cola? Namun, namanya juga manusia, tetap perlu penyegaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Ribuan orang berkumpul di bundaran HI waktu itu, mengoper bola dan menggelindingkan bola raksasa. Event seru yang membuat jutaan rupiah, hanya demi sebuah penyegaran dan eksistensi bisnis. Ironically, I'm part of them :P&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Hey, dunia dibangun dari ironi dan paradoks.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111725224725989545?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111725224725989545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111725224725989545&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111725224725989545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111725224725989545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/bola-gelinding.html' title='Bola Gelinding'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111725034421104310</id><published>2005-05-28T10:16:00.000+07:00</published><updated>2005-05-28T10:19:04.216+07:00</updated><title type='text'>Bangsa yang dibesarkan mitos</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;...orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini dibesarkan dengan mitos-mitos. Mitos bahwa kita bangsa yang besar, dengan beribu-ribu pulau yang tersebar dari Aceh sampai Papua, dari Sabang sampai Merauke. Mitos bahwa kita adalah negara yang kaya, kaya dengan sumber daya alam (minyak bumi, emas, batu bara, nikel, timah, dsb), kaya dengan keanekaragaman hayati. Mitos bahwa nenek moyang kita adalah pelaut ulung (&lt;em&gt;nenek moyangku seorang pelaut, mengarung bumi belah samudra, mengejar ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa),&lt;/em&gt; berlayar sampai Tanjung Harapan. Tumbuh dengan mitos zaman Majapahit, ketika Hayam Muruk dan Gajah Mada berhasil menyatukan Indonesia (Filipina dan Singapore masih wilayah Indonesia, waktu itu). Dan yang paling hebat, mitos bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, bangsa yang senang bergotong royong, bangsa dengan toleransi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos..&lt;br /&gt;Dibuai sedari kecil, lewat sosialisasi primer dalam keluarga, pelajaran-pelajaran sejarah di sekolah, pidato-pidato para pejabat pada perayaan hari-hari nasional,  dan yang pasti, cuci otak ala Soeharto selama lebih dari 30 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbiasa hidup enak, tak mau kerja keras dan menjadikan uang sebagai cara mendapatkan banyak hal.&lt;br /&gt;Karena tanah kita tanah yang subur, tak perlu dipupuk tak perlu dirawat toh padi bisa tumbuh dengan sempurna (terbukti pada tahun 1983 kita mengekspor beras ke Ethiopia). Karena kita punya banyak sumber daya alam (lihat saja 1970 ketika minyak sedang bagus harganya, banyak pejabat Pertamina kaya mendadak) yang bisa menjamin hidup kita sampai tujuh turunan. Karena bangsa ini toleran terhadap banyak hal (juga terhadap korupsi, suap, main hakim sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos.. membuat bodoh, membuat malas, membuat narciss.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#006600;"&gt;Toh, ternyata kita belum jadi apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111725034421104310?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111725034421104310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111725034421104310&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111725034421104310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111725034421104310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/bangsa-yang-dibesarkan-mitos.html' title='Bangsa yang dibesarkan mitos'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111710556289519625</id><published>2005-05-26T10:54:00.000+07:00</published><updated>2005-05-29T22:57:55.433+07:00</updated><title type='text'>Siklus hidup bernama pernikahan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ketika sebuah siklus hidup ditentukan oleh kontruksi masyarakat sakit dan bodoh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebuah kepercayaan yang telah dihembuskan dari mulai kita lahir, bahwa siklus hidup manusia hanyalah lahir, besar, sekolah dari TK, lanjut ke SD, SMP, SMA, kuliah, bekerja, dan selanjutnya kawin. Hal ini, seperti layaknya kita percaya bahwa mentari terbit di timur dan tenggelam di barat, akhirnya mendarah daging dan menjadi sebuah keniscayaan. Padahal...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Siapa yang dari dulu mengharuskan pernikahan masuk ke dalam siklus hidup manusia? Dan kenapa, berhasil atau tidaknya orang-orang di Indonesia, salah satunya, dilihat dari sudah menikah atau belum. Tidak habis pikir. Apalagi perempuan. Kalau dia memilih tidak menikah, akan dicap yang tidak-tidak. Perawan tua lah, tidak laku lah, aneh lah, apapun. Padahal, seperti halnya menikah adalah pilihan, toh tidak menikah mestinya juga merupakan pilihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Hm, agak pusing memang. Repot jadi anaknya orang Indonesia. Ketika kita menyampaikan kepada orang tua bahwa kita belum mau atau tidak mau menikah, apalagi ketika dirasa umur sudah cukup. Kita akan dianggap pembangkang atau malah tidak normal. Karena memang, di Indonesia, anak adalah hasil investasi orang tuanya. Bukan hanya uang, tapi juga cinta, doa, peluh, darah, air mata, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tak mungkin ganti orang tua. Mungkin harus belajar bagaimana caranya menyesuaikan diri lagi. Pelajaran seumur hidup :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111710556289519625?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111710556289519625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111710556289519625&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111710556289519625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111710556289519625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/siklus-hidup-bernama-pernikahan.html' title='Siklus hidup bernama pernikahan'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111693192137519347</id><published>2005-05-24T12:46:00.000+07:00</published><updated>2005-05-29T22:55:36.536+07:00</updated><title type='text'>and the journey ends here</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebuah kisah kembali terjadi, dalam kehidupan seorang Dewi, ketika orang-orang datang dan pergi. Sebagian tetap meninggalkan tawa dan kenangan manis ketika mengingatnya, namun tak sedikit yang juga meninggalkan air mata dan kenangan yang sama sekali tidak sama rasanya dengan gula. Kata seorang teman bernama Elpi, harapanku tidak akan tercapai 100%, namun kesedihanku pun tidak akan terjadi 100%, dunia akan berjalan apa adanya. Namun tetap saja, sedih bukanlah hal yang menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku kembali kehilangan, itu intinya. Kehilangan teman-teman dekatku, teman-teman yang selama ini aku pikir tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi. Meninggalkan bukan hanya secara fisik, tapi juga secara jiwa. Bumi memang berputar, waktu memang berjalan. Cinta, tentu saja akan berubah. Nonsense yang bilang bahwa cinta tidak akan pernah pudar. BULLSHIT! Cinta, sama seperti tanaman, jika tidak kau pupuk dan lupa kau siram, pasti juga mati. Dan itu yang terjadi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yah, mungkin itung-itung belajar sendiri. Nanti toh menghadap Tuhan juga begitu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111693192137519347?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111693192137519347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111693192137519347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111693192137519347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111693192137519347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/and-journey-ends-here.html' title='and the journey ends here'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111626302197771743</id><published>2005-05-17T00:03:00.000+07:00</published><updated>2005-05-28T10:25:34.696+07:00</updated><title type='text'>Midori Days</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/midori.jpg"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #006600 2px solid; BORDER-TOP: #006600 2px solid; MARGIN: 2px; BORDER-LEFT: #006600 2px solid; BORDER-BOTTOM: #006600 2px solid" src="http://photos1.blogger.com/img/72/2932/320/midori.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;Seiji-Midori &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" alt="Posted by Hello" src="http://photos1.blogger.com/pbh.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dari Midori Days &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.animenewsnetwork.com/encyclopedia/anime.php?id=3592"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;http://www.animenewsnetwork.com/encyclopedia/anime.php?id=3592&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bagaimanakah rasanya berpisah? Bagaimanakah rasanya terpisah? Bagaimanakah rasanya dipisahkan? Entah apa yang ada di hati Seiji Sawamura yang ketika bangun tidur tidak lagi mendapati Midori Kasugano, gadis yang menjadi tangan kanannya (secara harafiah), menghilang tiba-tiba. Tanpa sebab, tanpa kabar, meninggalkan sebuah tanda berupa syal bertuliskan “LOVE” yang baru saja selesai disulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Seiji, pemuda 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA ini merasa dia tidak segitunya merasa kehilangan. Namun, makin lama, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, ternyata. Belum genaplah satu hari, Seiji ternyata sudah kembali pada kebiasaan lamanya, berkelahi dengan musuhnya. Berjalan bersama teman segank lamanya, sekelompok pemuda kembali menghadangnya di jalan. Namun, apakah Seiji takut? Tidak!! Dia malah balik menantang dan berkata, “Kebetulan, aku juga lagi kesal. Toh tangan kananku sudah kembali, dan hanya perlu itu untuk mengalahkan kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkelahian pun terjadi. Tidak terlalu jelas apakah Seiji menang atau tidak, yang jelas tangan kanannya luka-luka. Tidak mudah kehilangan Midori, akhirnya Seiji menyadari itu. Namun, bagaimanakah awalnya sehingga Midori Kasugano, gadis manis berambut hijau menjadi tangan kanan Seiji Sawamura?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiji yang dijuluki “Anjing Gila” adalah anak punk. [Sedikit itermezzo. Bicara Punk, tidak bisa lepas dari seorang yang pernah ada di hati, Endy Apriyugo. Punk adalah tentang anti kemapanan, tidak mau ikut dengan aturan yang ada. Dengan kata lain, hidup dengan aturan-aturannya sendiri]. Tangan kanan Seiji adalah hal yang paling ditakutkan oleh anak-anak lainnya, karena terkenal kuat. Bahkan katanya, tembok semen pun bisa jebol, apalagi kok hanya sekumpulan gank anak muda?? Namun, tangan kanan yang kuat bukan jaminan bahwa dia juga mudah memperoleh teman perempuan (baca: pacar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sesekali Seiji berpikir. Asik sekali bila pacarku nanti bisa menjadi tangan kananku. Di lain pihak, Midori Kasugano, yang telah memendam rasa selama hampir tiga tahun kepada Seiji juga masih mempunyai mimpi menjadi bagian dari Seiji, entah apa bentuknya. Dan BANG!!! Keingingan mereka terkabul. Seiji mendapati tangan kanannya kini adalah Midori dan Midori pada akhirnya adalah bagian dari Seiji (secara harfiah). Jadi ingat frase yang selalu diulang orang-orang, &lt;em&gt;be careful of what you wish it may come true.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hari-harinya yang penuh dengan perkelahian yang seringkali berakhir dengan kemenangan tampaknya segera berakhir. Namun, Seiji pasti tidak mengira akan banyak pengalamam baru yang terjadi ketika tangan kanannya adalah Midori, yang secara bentuk memang kecil, namun dia tetaplah seorang manusia, seorang gadis dengan segenap keutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, dilalui dengan senyum dan tawa. Terkadang ada perbedaan pendapat, namun makin lama terlihat bahwa Seiji dan Midori adalah perpaduan yang indah. Seiji yang preman dan semaunya sendiri dengan Midori, gadis lembut manis dan baik hati. Toh Midori memang membawa kebaikan bagi Seiji. Dia sekarang menjadi lebih baik dalam bertingkah laku. Tidak sering bolos, apalagi kok berkelahi. Seiji pun memperlakukan Midori dengan baik, ketika Midori sakit, dengan senang hati Seiji merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiji tidak tahu, bukan hanya Midori yang selama ini memendam rasa kepadanya. Adalah Ayase, teman Seiji satu kelas di SMA. Dia adalah gadis yang cukup manis, namun Seiji tidak pernah meliriknya barang sejenak. Apalagi, semenjak Midori mengisi hari-harinya dengan tawa dan bahagia. Ketika Seiji kehilangan Midori, Ayase pun mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh pada akhirnya, Midori berhasil mengatakan pada Seiji apa yang menjadi perasaannya. Dan Seiji, si muka garang itu pun merasa yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hm.. Dalam The Wedding Date, seorang tokoh pernah berkata, tatangan bagi pencinta adalah bagaimana membuat yang dicinta juga bisa mencinta. Cinta katamu? Ah, dia hanya milik surga. Iya, surga.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111626302197771743?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111626302197771743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111626302197771743&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111626302197771743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111626302197771743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/midori-days.html' title='Midori Days'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12653837.post-111574513349333889</id><published>2005-05-11T00:00:00.000+07:00</published><updated>2005-05-29T22:54:31.986+07:00</updated><title type='text'>DewiDeu</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;DewiDeU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku terlahir dengan nama Dewi. Untuk kepentingan pribadi, aku tidak akan menulis nama lengkapku. Hanya saja, ibuku terlanjur jatuh cinta dengan nama ini, sehingga, karena aku anak pertama aku pun dinamakan Dewi. Just a very common name, but I do love that. Dengan nama lengkap yang ada, toh aku tetap memilih dipanggil Dewi, yang berarti perempuan.&lt;br /&gt;Lalu, dari mana asalnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://terraincognia.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Deu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;? Nama ini diberikan secara khusus oleh 'adek' perempuanku di SMA dulu, Putu. Tentu saja, common name banyak dipakai orang. Begitu pula daku. Jadi, untuk membedakan aku dengan Dewi Dewi lainnya, aku dipanggil Deu=Dewi Uireng :P Aku memang tidak putih, jadi terima saja :) Toh pada akhirnya, nama ini membahana di mana-mana, menjadi sebuah identitas diri, bahwa aku adalah DewiDeu.&lt;br /&gt;Menulis adalah salah satu hobiku. Maka, terimakasih bila sudi mampir dan menengak-nengok. Mampir juga ke &lt;/span&gt;&lt;a href="http://greenjo.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;blogku&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; yang lain. Enjoy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12653837-111574513349333889?l=dewideu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dewideu.blogspot.com/feeds/111574513349333889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12653837&amp;postID=111574513349333889&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111574513349333889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12653837/posts/default/111574513349333889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dewideu.blogspot.com/2005/05/dewideu.html' title='DewiDeu'/><author><name>DewiGreenjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12662193206358892699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2334/308/1600/bukanfotopernikahan1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
